Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Waspadai Diabetes pada Usia Remaja, Kasus Diabetes di Malang Raya Cenderung Fluktuatif

Fathoni Prakarsa Nanda • Sabtu, 17 Agustus 2024 | 19:27 WIB

Infografik Angka Diabetes di Malang Raya
Infografik Angka Diabetes di Malang Raya

MALANG KOTA – Kasus diabetes yang ditangani tim  kesehatan cenderung fluktuatif.

Yang cukup mengkhawatirkan, penyakit itu sudah merambah remaja berusia 15 tahun.

Salah satu penyebabnya adalah kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman manis.

Di Kota Malang, jumlah penderita diabetes berkisar antara 20 ribu sampai 23 ribu pertahun.

Seperti pada 2021, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang menemukan 21.013 kasus diabetes.

Lalu pada 2022 meningkat menjadi 23.363.

Tahun lalu berada di kisaran 20 ribu kasus, sementara hingga per tengahan tahun ini mencapai 10 ribu kasus.

Dinkes juga menemukan ada kelompok usia produktif bahkan anak-anak yang men derita diabetes.

Pada 2021 terdapat 17 anak mengidap diabetes.

Sementara pada 2022 terdapat 12 anak.

Kemudian tahun lalu terdata dua anak.

”Kalau tahun 2024 kami menemukan lima anak yang suspect diabetes,” kata Kepala Dinkes Kota Malang dr Hus nul Muarif, kemarin (16/8).

Menurut Husnul, lima anak itu memperlihatkan sejumlah kondisi.

Antara lain, obesitas, pola hidup yang gemar mengonsumsi makanan manis, malas melakukan aktivitas fisik, mual, muntah, dan sakit perut.

Namun, saat dilaporkan kepada Kementerian Kese hatan, ternyata hanya suspect.

Alias belum terbukti.

Untuk mencegah kasus diabetes lain, pihaknya mulai rutin mendorong masyarakat agar melakukan skrining kesehatan.

Minimal setiap enam bulan sekali.

Bulan ini, pihaknya juga menggelar skrining kesehatan gratis di 179 RW.

Skrining tersebut berlangsung mulai 3 Agustus sampai 1 September mendatang.

Selain skrining, ada pemeriksaan di beberapa kantin sekolah.

Antara lain di SMP Negeri 1 Kota Malang dan SDN Tunjungsekar.

”Kami melakukan pembinaan terhadap pengelola makanan di kantin sekolah. Karena kantin di sekolah sekolah itu sudah bebas pengawet, pewarna, hingga pemanis,” jelas Husnul.

Tak hanya dinkes, upaya mencegah penderita diabetes juga dilakukan BPJS Kesehatan.

Yakni dengan mengadakan skrining kesehatan melalui aplikasi.

Selama 2023 terdapat 301.612 peserta di Malang Raya yang melakukan skrining kesehatan untuk diabetes mellitus.

Terdiri dari 180.784 peserta dari Kabupaten Malang, 88.763 peserta dari Kota Malang, dan 32.065 peserta dari Kota Batu.

Dari catatan BPJS Kesehatan Cabang Malang, jumlah penderita diabetes mencapai 653.124 orang.

Meliputi Kabupaten Malang dengan 302.178 penderita diabetes, Kota Malang dengan 290.689 pen- derita diabetes, dan 59.717 penderita diabetes.

Baca Juga: Diabetes Mengancam! 28.800 Warga Kabupaten Malang Teridentifikasi Sakit Gula, Anda Bisa Jadi Berikutnya!

Melonjak di Kota Batu

Sementara itu, angka kasus diabetes di Kota Batu terus meningkat selama 3 tahun terakhir.

Pada 2022 tercatat 2.611 kasus.

Kemudian me- ningkat menjadi 4.203 kasus pada 2023.

Sementara tahun ini (hingga Agustus) sudah terdata 4.390 kasus.

Koordinator Pencegahan, Pengendalian Penyakit dan Penanganan Bencana Dinas Kesehatan Kota Batu dr Susana Indahwati mengatakan, diabe- tes mulai merambah kekala- ngan anak muda. ”Sekarang anak usia 15 tahun sudah mengidap diabetes,” katanya.

Susan mengatakan, pening- katan kasus diabetes di Kota Batu terjadi akibat pola hidup dan asupan makanan tinggi gula serta karbohidrat.

Tak hanya berasal dari makanan atau minuman kemasan, tetapi juga masakan rumahan yang di konsumsi.

”Intinya penyakit ini dapat menjangkiti seseorang karenatidakmemperhatikan jumlah konsumsi gula dan karbohidrat harian,” ucapnya.

Penanganan diabetes saat ini menjadi prioritas nasional.

Sosialisasi dan edukasi menjadi salah satu upaya Dinkes Batu untuk menekan angka diabetes.

”Sosialisasi kami lakukan dengan seminar, workshop, pamflet, maupun media sosial. Tujuannya agar masyarakat semakin tahu penyebab dia- betes dan cara mencegahnya,” ujar susan.

Dinkes juga melakukan deteksi dini melalui pemeriksaan gula darah rutin.

Akses untuk pelayanan diabetes juga di permudah, baik di puskesmas maupun rumah sakit.

”Kami juga berkoordinasi dengan sekolah, perusahaan, maupun komunitas untuk promosi gaya hidup sehat. Selain promosi, kami juga berkoordinasi terkait penyediaan makanan sehat di tempat-tempat tersebut,” ucapnya.

Baca Juga: 196 Ribu Peserta BPJS Malang Idap Diabetes

Menurun di Kabupaten

Sedikit berbeda, penderita diabetes mellitus di Kabupaten Malang mengalami penu- runan.

Tahun lalu diestimasikan mencapai 28.800 kasus, se- mentarahingga Agustus tahun ini terdata 15.264 kasus.

Meski demikian, diabetes tetap diwaspadai karena menjadi awal komplikasi penyakit yang lebih serius. Seperti stroke, gagal ginjal, dan penyakit jantung.

Sub Koordinator Penyakit Tidak Menular (PTM) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang Paulus Gatot Kushariyanto menyebutkan, mayoritas diabetes karena pola hidup tidak sehat.

Misal- nya, kurang berolahraga, konsumsi makanan instan berlebihan, stres, hingga kurang beristirahat.

”Faktor penyebab diabetes karena keturunan itu sangat jarang.

Meskipun orang tuanya ada riwayatdiabetes, tetapi anaknya hidup sehat, bisa tidak terkena diabetes,” ucapnya.

Dia menyebut dua tipe dia- betes.

Yakni DM tipe I dan DM tipe II.

DM tipe I karena ada kelainan di pankreas sehingga tidak bisa mem- produksi insulin.

Sedangkan, DM tipe II karena pola hidup tidak sehat sehingga kadar gula dalam darah terlalu tinggi.

”Di Kabupaten Malang, penderita diabetes tipe I sangat jarang. Mungkin hanya sekitar 1.000 orang, tidak seperti DM tipe II yang sangat banyak,” lanjut Gatot.

Penanganan diabetes untuk dua tipe tersebut juga berbeda.

Untuk tipe I, penderita harus menerima pengobatan rutin sesuai petunjuk dokter, salah satunyadenganobatacarbose.

Kemudian juga harus diibbangi dengan kesadaran pen- derita untuk menjaga pola hidup sehat.

Sedangkan untuk penderita diabetes tipe II, selain harus menjaga pola hidup sehat dan pengobatan, mereka harusrutin suntik insulin.

Sebab, pankreasnya sudah tidak memproduksi insulin lagi. (mel/sif/yun/fat)

 

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#diabetes #penyebab diabetes #Malang Raya #Remaja