MALANG KOTA – Dalam dua hari terakhir, RSUD dr Saiful Anwar (RSSA) menangani tiga operasi rekonstruksi saluran kencing yang disebabkan trauma.
Seluruhnya terjadi akibat benturan keras.
Dua kasus karena kecelakaan lalu lintas, satu sisanya karena jatuh dalam kondisi duduk.
Dokter Spesialis Urologi RSSA Dr dr Paksi Satyagraha Mkes SpU(K) mengatakan, dua pasien yang dioperasi mengalami bulbar urethral necrosis.
Artinya, kondisi saluran uretra pada pasien tersebut sudah rusak total.
Kondisi itu terjadi setelah kedua pasien mengalami kecelakaan lalu lintas.
Baca Juga: Dua Rumah Dinas Pensiunan Dokter Dikosongkan RSSA Malang, Sempat Tolak Pindah Meski Disurati 6 Kali
”Jadi perlu kami buatkan tabung dari jaringan lain untuk mengganti segmen uretra yang hilang,” jelas dia kemarin (20/8).
Satu pasien ditangani dengan cara mengganti segmen uretra menggunakan usus.
Sementara satu pasien lagi, segmen uretranya diganti menggunakan flap dari kulit penis.
Sebelum menjalani operasi, kondisi keduanya sangat kompleks.
Ada yang kencingnya tidak lancar sampai menggunakan selang untuk membantu proses kencing.
Mereka sudah melakukan beberapa kali menjalani operasi, tapi tidak tertangani dengan baik.
”Kemudian dua pasien itu tahu kalau RSSA bisa melakukan tindakan. Jadi baru sekarang tertangani dengan baik,” ungkap Paksi.
Sementara itu, satu pasien lainnya mengalami striktur double block.
Dengan kondisi tersebut, leher kandung kencing dan uretra bagian bawah pasien tersumbat.
Untuk menangani tiga pasien itu, RSSA bekerja sama dengan salah satu pakar rekonstruksi urologi dunia.
Yakni dr Pankaj M. Joshi dari Kulkarni Urology Institute India.
Ketiga pasien ini pun dioperasi menggunakan program BPJS Kesehatan.
Di samping trauma akibat kecelakaan, Paksi menyebut masih banyak masalah yang berkaitan dengan saluran kemih.
Misalnya, kencing yang tidak lancar, infeksi, kelainan genetik, hingga kanker.
”Terkadang, mereka sering terbangun pada malam hari dan kencingnya putus-putus,” imbuh dia.
Baca Juga: 29 Pasien Berhasil Transplantasi Ginjal di RSSA
Untuk pasien yang mengalami beberapa masalah tersebut, Paksi menyarankan segera melakukan konsultasi ke dokter spesialis urologi.
Salah satunya RSSA.
Di sana ada delapan tenaga kesehatan yang bisa melakukan penanganan.
Tingkat keberhasilan penanganan selama ini mencapai 92 persen.
Menurut Paksi, seiring dengan berkembangnya teknologi penanganan di RSSA, jumlah pasien semakin banyak.
Bahkan, kunjungan rekonstruksi urologi hingga saat ini mencapai 300-500 kunjungan.
”Kalau dulu dalam satu minggu hanya satu kasus. Sekarang bisa mencapai tiga sampai empat kasus,” bebernya.
Pasien yang datang tidak hanya dari Kota Malang.
Namun juga luar Kota Malang.
Bahkan ada dua pasien dari luar negeri, yakni warga Malaysia dan Arab.
Sementara itu, Wakil Direktur Pendidikan dan Pengembangan Mutu Pelayanan RSSA dr Fauzan Adhima mengatakan, pihaknya berharap kolaborasi tenaga kesehatan bisa menangani berbagai kasus urologi.
”Jadi pasien tidak perlu jauh-jauh ke luar negeri seperti instruksi dari Presiden Jokowi,” ucapnya. (mel/fat)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana