Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Setahun, poli Jantung Anak RSSA Malang Catat Ratusan Kunjungan

Bayu Mulya Putra • Rabu, 2 Oktober 2024 | 18:00 WIB
Photo
Photo

MALANG KOTA - Penyakit jantung tidak hanya diidap orang orang dewasa.

Poli jantung anak di beberapa rumah sakit (RS) juga mencatat ratusan kunjungan tiap tahunnya.

Seperti di RSUD dr Saiful Anwar (RSSA) Malang.

Dokter spesialis anak RSSA dr Dyahris Koentartiwi SpA(K) menyebut, dalam satu tahun ada 600 sampai 1.000 kunjungan ke poli jantung anak.

Pasien yang datang ke poli anak itu adalah mereka yang berusia di bawah 18 tahun.

Ada berbagai macam kondisi yang diidap pasien anak.

Seperti penyakit jantung bawaan kritis, dan penyakit jantung bawaan nonkritis.

Juga ada penyakit jantung reumatik atau kerusakan katup jantung karena demam reumatik.

Karena jumlah anak yang mengalami penyakit jantung cukup banyak, Dyahris menyebut bila deteksi dini perlu dilakukan.

Salah satunya menggunakan USG fetal echocardiogram saat usia kandungan 20 minggu.

Namun, USG fetal echocar di ogram belum bisa dilakukan di semua RS.

Biasanya, dokter baru melakukan USG itu jika menemukan beberapa kondisi pada ibu.

Seperti ibu yang mengalami epilepsi, diabetes kardiomiopati, atau terinfeksi virus.

Untuk mendeteksi penyakit jantung pada anak, pemerintah juga mendorong skrining.

Terutama skrining penyakit jantung bawaan kritis.

Caranya dengan menempelkan pulse oximeter berbentuk gelang.

Alat itu ditempelkan di tangan kanan atau kaki.

”Pada 2022 lalu, kami melatih 100 bidan di Malang Raya agar bisa melakukan skrining penyakit jantung bawaan kritis,” terang Dyahris.

Setelah pelatihan tersebut, jumlah anak yang terdeteksi mengidap penyakit jantung bawaan kritis semakin banyak karena lebih cepat terdeteksi.

Dalam satu bulan, yang dirujuk karena penyakit jantung bawaan kritis antara tiga anak sampai delapan anak.

Jika terbukti positif mengidap penyakit jantung bawaan kritis, pasien anak biasanya dirujuk ke RSUD dr Soetomo.

Ada juga yang sampai dirujuk ke Malaysia dan Singapura.

Sebab, saat ini RSSA masih dalam tahap pengembangan untuk bisa melakukan operasi untuk pasien anak dengan penyakit jantung bawaan kritis.

Di luar penyakit jantung bawaan kritis, RSSA juga menangani anak dengan penyakit jantung bawaan nonkritis.

Salah satu pasien anak de ngan penyakit jantung bawaan yakni Naufal Putra Mujahidin.

Menurut ibu Naufal yang ber nama Suswahyuningtyas, Naufal yang kini berusia 7 tahun diketahui memiliki penyakit jantung bawaan saat usianya tujuh bulan.

Sebelum terbukti positif jantung bawaan, Naufal mengalami beberapa gejala.

Seperti berat badan lahir rendah (BBLR).

Saat itu, berat badan Naufal hanya 1.500 gram.

Dia juga lahir pada usia 34 minggu karena Suswahyuningtyas mengalami preeklamsia atau komplikasi kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi.

”Saat minum ASI, Naufal sering tersedak dan badannya sering berkeringat,” cerita perempuan asal Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang tersebut.

Setelah itu, keluarga membawa Naufal untuk memeriksakan diri ke RSSA.

Di sana, Naufal menjalani beberapa pemeriksaan seperti foto rontgen dan USG jantung.

Naufal juga pernah menjalani tiga kali operasi.

Tepatnya saat masih ber usia dua tahun, empat tahun, dan lima tahun.

”Sekarang kondisi Naufal sudah membaik, tapi tumbuh kembangnya terlambat. Lalu hampir setiap hari masih kejang,” terang Suswahyuningtyas. (mel/by).

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#kesehatan jantung #Rssa kota malang #poli anak