SURABAYA – Perubahan cuaca yang tak menentu beberapa hari terakhir patut diwaspadai.
Khususnya para orang tua yang mempunyai buah hati di bawah 5 tahun.
Sebab, sepekan terakhir terjadi peningkatan kasus flu dan pneumonia (radang paru) di Surabaya.
Dokter spesialis anak Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) dr Robby Nurhariansyah SpA mengatakan, kasus demam mulai meningkat dalam sepekan belakangan.
Paling banyak demam yang tidak jelas penyebabnya.
Rata rata keluhan itu hingga ke infeksi pencernaan, pernapasan, bahkan pneumonia (radang paru paru).
”Awalnya, gejalanya mengarah ke influenza, tetapi dalam perjalanannya bisa disebabkan infeksi bakteri hingga ke saluran cerna dan pernapasan,” jelasnya.
Rata rata kasus tersebut terjadi pada anak anak berusia 3 tahun.
Sementara, pada anak usia di bawah 1 tahun, risikonya mengarah ke pneumonia.
Bahkan, sekarang tren penyakit campak juga naik lagi.
”Satu minggu ini ada dua kasus anak yang terkena campak,” imbuh dia.
Menurut Robby, penyebab kenaikan kasus pada anak itu adalah interaksi antar sesama anak yang sakit.
Rata rata anak yang sakit tertular dari temannya.
Ditambah lagi, kata dia, mendekati musim pancaroba membuat gejala influenza meningkat.
”Dalam seminggu ini, kasus yang mengarah ke influenza pada anak itu meningkat hingga dua kali lipat di IGD. Saat saya jaga, biasanya 10 kasus, sekarang bisa 20 kasus,” jelasnya.
Kasus yang mengarah influenza hingga pneumonia itu tinggi.
Bahkan, meningkat dibandingkan bulan bulan sebelumnya.
”Peningkatan radang paru bisa 2–3 kali lipat dibandingkan awal tahun. Rata rata pasien anak yang dirawat inap di RSUA adalah pneumonia,” ujarnya.
Untuk mencegah merebaknya pneumonia dan flu pada anak, bisa dilakukan langkah seperti saat Covid19.
Anak anak sebaiknya menghindari keramaian dan tetap menggunakan masker saat bertemu banyak orang.
”Imunisasi BCG (Bacillus CalmetteGuerin) untuk bayi usia dua bulan dan influenza untuk bayi usia enam bulan,” jelasnya. (ayu/dya/c6/aph/adn)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana