Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Tingkatkan Layanan, 44 Satuan Kerja RSSA Saling Beradu Inovasi

Aditya Novrian • Rabu, 6 November 2024 | 20:07 WIB
UNTUK LAYANAN PRIMA: Direktur RSSA Dr dr M. Bachtiar Budianto SpB Subsp Onk (K) FINACS FICS (tengah) foto bersama dengan stakeholder setelah menandatangani piagam komitmen kemarin.
UNTUK LAYANAN PRIMA: Direktur RSSA Dr dr M. Bachtiar Budianto SpB Subsp Onk (K) FINACS FICS (tengah) foto bersama dengan stakeholder setelah menandatangani piagam komitmen kemarin.

MALANG KOTA - RSUD dr Saiful Anwar (RSSA) terus mendorong seluruh satuan kerja untuk berinovasi.

Salah satunya melalui Gebyar Inovasi Civitas Hospitalia RSSA (INOCHA) 2024 yang digelar di Ruang Majapahit, kemarin (5/11).

Direktur RSSA Dr dr M. Bachtiar Budianto SpB Subsp Onk (K) FINACS FICS menyatakan, banyaknya pasien yang datang ke RSSA bukanlah sebuah kebanggaan.

Sebab, ada banyak problem yang harus ditangani.

Untuk itu, pihaknya juga perlu beradaptasi dan mengidentifikasi problem yang ada.

Salah satunya dengan membuat inovasi untuk mengatasi problem-problem yang terjadi.

Bachtiar menyebut tahun ini animo para tenaga kesehatan dan satuan kerja sangat besar.

”Sebelumnya hanya ada 10-15 karya, sekarang ada lebih dari 70 inovasi dari seluruh satuan kerja,” ungkapnya.

Kepala Bidang Pendidikan dan Litbang RSSA dr Ratri Istiqomah SpKJ mengatakan, kegiatan INOCHA 2024 sudah berlangsung sejak April lalu.

”Tahun ini temanya Lean Management in Hospital. Tujuannya untuk meningkatkan pelayanan di RSSA agar lebih prima,” kata dia.

Menurut Ratri, tahun ini pihaknya meminta seluruh satuan kerja untuk membuat inovasi.

Total, ada 44 satuan kerja yang berpartisipasi dalam INOCHA 2024. Berbeda dengan INOCHA tahun 2023.

Tahun lalu, hanya ada sekitar 23 satuan kerja yang berpartisipasi.

Bentuk inovasinya pun bermacam-macam.

Hasil akhir dari Gebyar INOCHA 2024 nantinya akan dikumpulkan dalam sebuah buku.

Pembukuan inovasi itu menjadi yang pertama kali.

”Bentuknya prociding book dengan ISSN,” imbuh perempuan yang juga dokter spesialis kejiwaan tersebut.

Ketua INOCHA 2024 dr Eko Nofiyanto SpAn MMRS menambahkan, bentuk inovasi yang ditampilkan setiap satuan kerja bermacam-macam.

Salah satunya pembuatan pupuk dan eco enzym yang dilakukan oleh Bidang Inisiasi Penyehatan Lingkungan (IPL).

”Selain itu ada inovasi untuk layanan antrian agar tidak terjadi waktu tunggu yang lama dan inovasi pengurusan izin pendidikan,” terangnya.

Tidak hanya sekadar inovasi, Eko menyebut kalau inovasi yang dibuat sudah diterapkan dalam pelayanan pasien setiap harinya sejak April.

Bahkan, beberapa satuan kerja melakukan perhitungan dan dampak dari inovasi yang dibuat.

”Salah satu dampaknya berupa penghematan. Misal pada bidang IPL yang sebelumnya harus membeli pupuk dari luar kini bisa menggunakan pupuk dan eco enzym buatan sendiri,” jelasnya.

Dalam inovasi lain seperti pemberian layanan, dengan inovasi yang dibuat dampaknya berupa pengurangan alur.

Dengan demikian kini layanan rumah sakit tidak lagi berbelit-belit karena alurnya dipangkas agar lebih efektif.

Seluruh inovasi itu dinilai dari juri.

Meliputi panitia, fasilitator, dan pihak eksternal.

Hasilnya, ada lima satuan kerja yang mendapat juara.

Yakni dari bedah sentral, infeksi terpadu, instalasi gizi, IPL dan kesehatan kerja, serta rawat inap 4 ruang anak. (mel/adn)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#tingkatkan layanan #inovasi #RSSA