RADAR BATU - Menjalankan ibadah puasa membuat tubuh tidak mendapatkan asupan cairan dalam waktu lama, sehingga risiko dehidrasi meningkat jika tidak diimbangi dengan konsumsi air yang cukup saat sahur dan berbuka.
Dehidrasi terjadi ketika tubuh kehilangan lebih banyak cairan daripada yang masuk, mengganggu fungsi tubuh dan berpotensi menimbulkan masalah kesehatan seperti gangguan elektrolit, infeksi saluran kemih, atau bahkan kerusakan ginjal.
Faktor seperti cuaca panas, aktivitas fisik berlebihan, dan pola makan tidak sehat saat berbuka juga turut memicu dehidrasi.
Untuk mencegah dehidrasi selama puasa, penting memperhatikan asupan cairan dan mengenali gejalanya, seperti rasa haus berlebihan, lemas, atau pusing.
Dehidrasi yang tidak ditangani dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti batu ginjal atau kerusakan otot.
Oleh karena itu, pastikan untuk minum cukup air saat sahur dan berbuka, serta hindari aktivitas yang memicu kehilangan cairan berlebih.
Dengan menjaga keseimbangan cairan tubuh, puasa dapat dijalani dengan sehat dan nyaman.
Salah satu cara efektif menjaga hidrasi adalah dengan menerapkan pola 2-4-2: minum 2 gelas air saat berbuka, 4 gelas di malam hari, dan 2 gelas saat sahur.
Hindari minum air berlebihan sekaligus karena dapat membuat ginjal cepat menyaring dan membuangnya lewat urine, sehingga tubuh mudah haus.
Selain itu, perbanyak konsumsi buah dan sayur yang kaya air, seperti semangka atau timun, karena sekitar 20% kebutuhan cairan tubuh bisa dipenuhi dari makanan. Makanan berkuah, seperti sayur sup atau kaldu ayam, juga membantu mencukupi kebutuhan cairan dan menjaga berat badan ideal.
Cairan dari makanan lebih efektif diserap bersama elektrolit dan nutrisi, sehingga membantu mempertahankan keseimbangan cairan dalam tubuh.
Pilih minuman berelektrolit rendah gula, seperti air kelapa, untuk membantu mengikat air dalam sel dan menjaga tekanan osmotik jaringan.
Hindari konsumsi berlebihan minuman berkafein seperti kopi dan teh, karena kafein bersifat diuretik yang meningkatkan frekuensi buang air kecil dan memicu rasa haus.
Batasi juga makanan atau minuman tinggi gula yang dapat memperparah dehidrasi. Sebagai gantinya, perbanyak minum air putih dan konsumsi buah manis seperti kurma saat berbuka untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh.
Terakhir, batasi aktivitas fisik berat di siang hari dan pilih olahraga ringan seperti jalan kaki atau yoga menjelang waktu berbuka.
Dengan menjaga asupan cairan dan menghindari pemicu dehidrasi, tubuh tetap terhidrasi dan puasa dapat dijalani dengan sehat. (sai)
Editor : A. Nugroho