Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Puasa Saat Hamil: Panduan Aman dan Tips Menjaga Kesehatan Ibu dan Janin

A. Nugroho • Jumat, 7 Maret 2025 | 22:10 WIB
Illustrasi ibu hamil (pch.freepik)
Illustrasi ibu hamil (pch.freepik)

RADAR BATU - Umat muslim di seluruh dunia menyambut momen Istimewa bulan Ramadhan dengan berpuasa, termasuk ibu hamil.

Namun, berpuasa saat hamil memerlukan pertimbangan khusus mengingat kondisi kesehatan ibu dan janin harus tetap menjadi prioritas.

Secara medis, ibu hamil diperbolehkan berpuasa jika kondisi kehamilannya sehat dan tidak ada komplikasi.

Namun, konsultasi dengan dokter kandungan sebelum memutuskan berpuasa sangat dianjurkan untuk memastikan keamanan bagi ibu dan janin.

Trimester pertama kehamilan seringkali menjadi fase yang rentan karena janin sedang dalam proses pembentukan organ vital.

Pada fase ini, ibu hamil juga kerap mengalami morning sickness atau mual berlebihan, yang dapat menyebabkan dehidrasi dan kekurangan nutrisi.

Oleh karena itu, puasa pada trimester pertama umumnya tidak disarankan.

Trimester kedua dan ketiga relatif lebih aman untuk berpuasa, asalkan ibu hamil tidak mengalami komplikasi seperti diabetes gestasional, tekanan darah tinggi, atau kekurangan cairan ketuban.

Namun, tetap diperlukan pemantauan ketat terhadap kondisi fisik dan perkembangan janin.

Agar puasa berjalan lancar, ibu hamil perlu memastikan asupan nutrisi dan cairan tercukupi saat sahur dan berbuka.

Pilih makanan kaya serat, protein, dan karbohidrat kompleks seperti nasi merah, roti gandum, telur, daging, serta buah dan sayur.

Hindari makanan tinggi gula, garam, atau lemak yang dapat memicu gangguan pencernaan.

Selain itu, pastikan asupan cairan minimal 2,5 liter per hari dengan pola "2-4-2": 2 gelas saat berbuka, 4 gelas setelah tarawih, dan 2 gelas saat sahur.

Hindari minuman berkafein seperti kopi atau teh karena dapat memicu dehidrasi.

Ibu hamil juga perlu memperhatikan tanda-tanda tubuh. Jika merasa lemas, pusing, atau mengalami penurunan gerakan janin, segera batalkan puasa dan konsultasikan dengan dokter.

Istirahat yang cukup dan hindari aktivitas berat juga penting untuk menjaga stamina.

Apabila kondisi ibu hamil tidak memungkinkan untuk berpuasa, sebaiknya tidak perlu memaksakan.

Islam sendiri memberikan keringanan bagi ibu hamil untuk tidak berpuasa dengan menggantinya di lain waktu atau membayar fidyah.  

Puasa saat hamil bisa dilakukan dengan aman asalkan ibu hamil dalam kondisi sehat dan memenuhi kebutuhan nutrisi serta cairan yang cukup.

Namun, kesehatan ibu dan janin harus selalu menjadi prioritas utama.

Dengan persiapan yang matang dan dukungan medis, ibu hamil dapat menjalani ibadah puasa dengan nyaman dan penuh berkah. (sai)

Editor : A. Nugroho
#Boleh #Kesehatan #Fidyah #janin #ramadhan #Puasa #ibu hamil