Masa Layanan Dibuka sampai 8 April Nanti
MALANG KOTA – Seperti tahun-tahun sebelumnya, fasilitas kesehatan (faskes) dipastikan tetap buka saat dan pasca-Lebaran.
Di Kota Malang, ada 890 faskes yang disiagakan.
Demikian pula layanan obat-obatan maupun administrasi BPJS Kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang dr Husnul Muarif mengatakan, pihaknya sudah menetapkan masa layanan mulai 23 Maret sampai 8 April.
Ada empat faskes yang disiagakan.
Mulai dari puskesmas, klinik, rumah sakit, hingga praktik dokter mandiri (selengkapnya baca grafis).
Sebagai contoh untuk puskesmas dan puskesmas pembantu (pustu), yang masing-masing bakal di buka sesuai jadwal.
”Khusus untuk faskes di bawah naungan dinkes seperti RSUD Kota Malang, puskesmas, dan pustu hanya libur saat tanggal merah,” imbuh Husnul.
Sementara untuk cuti bersama, faskes-faskes tersebut tetap buka.
Layanan yang disediakan adalah pelayanan-pelayanan dasar.
Seperti pengecekan diabetes dan hipertensi.
Di samping faskes, ada pos pelayanan yang disiagakan.
Terdiri dari pospam yang ada di Stasiun Kota Baru, Exit Tol Madyopuro, Malang Creative Center (MCC), dan Jalan Soekarno-Hatta.
Kemudin ada pos pelayanan terpadu di Stasiun Malang Kota Baru.
Untuk pos pelayanan terpadu memiliki sejumlah fasilitas seperti penyehat tradisional dan pijat refleksi yang bisa diakses gratis.
Ada pula tenaga kesehatan yang disiapkan untuk pemeriksaan penunjang seperti gula darah.
Yang menjadi tantangan adalah saat terdapat pasien yang mem butuhkan pelayanan darurat.
Namun status pasien tersebut bukan warga Kota Malang.
Tantangan lain jika ada kepesertaan BPJS Kesehatan yang dinonaktifkan.
”Untuk kondisi tersebut tidak perlu khawatir karena bisa diaktifkan melalui JKN Cepat,” ucap pejabat eselon II B Pemkot Malang tersebut.
Meski libur, kepesertaan BPJS Kesehatan tetap bisa diaktifkan.
Nantinya kepesertaan akan beralih dari mandiri ke BPJS kese hatan dalam waktu satu jam.
Husnul berharap dengan adanya optimalisasi layanan, beberapa kondisi kesehatan bisa diatasi.
Dia menyebut, ada masalah-masalah kesehatan yang kerap terjadi saat Lebaran.
Antara lain gangguan pencernaan, penyakit degenaratif, hingga kondisi psikosial.
Sementara itu, Pejabat Pengganti Sementara Kepala BPJS Kesehatan Cabang Malang Fery Purwa Ginanjar mengatakan, secara keseluruhan ada 252 fasilitas kesehatan di Malang raya yang bekerja sama dengan pihaknya.
Pada saat Lebaran 2025, peserta tetap bisa mengakses layanan kesehatan melalui aplikasi mobile JKN pada menu info lokasi faskes.
”Jika ada peserta yang mengakses faskes di luar bukan tempatnya terdaftar, faskes tetap wajib memberikan pelayanan,” tegas Fery.
Jika ada kendala, peserta bisa menghubungi Petugas Pemberi Informasi dan Penangana Pengaduan (PIPP).
Untuk layanan di kantor cabang, BPJS Kesehatan menerapkan piket dimulai pukul 08.00 sampai 12.00.
Itu berlangsung dari 28 Maret, 2 April, 3 April, 4 April, dan 7 April.
Piket tersebut untuk mengantisipasi kendala pada akses pelayanan di masa liburan.
Adapun untuk kebutuhan obat PRB, jika ada yang jadwal pengambilannya saat Lebaran bisa lebih awal.
Maksimal tujuh hari sebelum persediaan obatnya habis. (mel/by)
Editor : Aditya Novrian