Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Mengenal Pneumonia Ganda: Penyakit yang Menyerang Paus Fransiskus dan Tingkat Bahayanya

Aditya Novrian • Selasa, 22 April 2025 | 19:00 WIB

Mengenal lebih dalam penyakit Pneumonia Ganda yang mengganggu stimulan paru-paru (Ausmed)
Mengenal lebih dalam penyakit Pneumonia Ganda yang mengganggu stimulan paru-paru (Ausmed)

RADAR MALANG - Pneumonia ganda, atau pneumonia bilateral, merupakan kondisi medis serius yang ditandai oleh infeksi pada kedua paru-paru secara simultan.

Penyakit ini menyebabkan peradangan dan akumulasi cairan di alveoli, sehingga mengganggu fungsi respirasi dan berpotensi menimbulkan komplikasi berat apabila tidak segera ditangani.

Menurut informasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Centers for Disease Control and Prevention (CDC), pneumonia ganda umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, atau kombinasi keduanya.

Baca Juga: Ternyata Pengharum Ruangan Jenis Spray Dapat Picu Berbagai Penyakit, Simak Penjelasan dan Solusinya!

Patogen yang sering terlibat meliputi Streptococcus pneumoniae, Haemophilus influenzae, dan Staphylococcus aureus, termasuk strain yang resisten terhadap antibiotik.

Penularan penyakit ini terjadi melalui droplet udara yang dihasilkan saat penderita batuk atau bersin, sehingga risiko penularan meningkat di lingkungan yang padat dan kurang ventilasi.

Gejala klinis pneumonia ganda meliputi batuk produktif, demam tinggi, sesak napas, nyeri dada, kelelahan yang berat, serta sianosis pada bibir dan kuku akibat kekurangan oksigen.

Baca Juga: Dua Rumah Sakit di Surabaya Mulai Melayani Vaksinasi CJH

Pada kasus yang parah, pasien dapat mengalami gangguan kesadaran dan gagal napas.

Kelompok rentan terhadap pneumonia ganda adalah anak-anak di bawah usia lima tahun, lansia, serta individu dengan sistem imun yang lemah atau penyakit kronis seperti diabetes dan penyakit kardiovaskular.

Kasus pneumonia ganda yang dialami oleh Paus Fransiskus pada awal tahun 2025 menarik perhatian publik dan dunia medis.

Mengingat usia lanjut Paus yang mencapai 88 tahun, kondisi ini menegaskan betapa pneumonia ganda dapat menimbulkan risiko komplikasi serius pada populasi usia lanjut.

Baca Juga: Tersedia 300 Kantong Darah Per Hari di Unit Transfusi Darah (UTD)

Penanganan pneumonia ganda memerlukan perawatan medis intensif, termasuk pemberian antibiotik yang tepat, terapi oksigen, dan pemantauan ketat di fasilitas kesehatan.

Setelah di diagnosis sakit pneumonia, Paus Fransiskus menjalani perawatan intensif selama 38 hari di Rumah Sakit Poliklinik Agostino Gemelli, Roma.

Meskipun sempat menunjukkan perbaikan dan diperbolehkan kembali ke kediamannya di Casa Santa Marta pada 23 Maret 2025 untuk menjalani masa pemulihan, komplikasi yang timbul dari pneumonia ganda tersebut akhirnya menyebabkan kemunduran kondisi kesehatannya.

Baca Juga: Digital Detox: Menjauh Sejenak Demi Keseimbangan Mental

Pada tanggal 21 April 2025, Paus Fransiskus di kabarkan meninggal dunia di usia 88 tahun.

WHO mencatat bahwa pneumonia merupakan salah satu penyebab utama kematian akibat infeksi di seluruh dunia, terutama pada anak-anak di bawah lima tahun.

Upaya pencegahan yang dianjurkan meliputi vaksinasi pneumokokus, peningkatan kebersihan lingkungan, serta pengurangan paparan polusi udara.

Dengan pemahaman yang lebih mendalam mengenai pneumonia ganda berdasarkan sumber resmi WHO dan CDC, masyarakat diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan serta melakukan tindakan preventif yang efektif guna mengurangi risiko penularan dan komplikasi penyakit ini. (Tiwi)

Editor : Aditya Novrian
#penyakit pernapasan #Kesehatan #Pneumonia ganda #paus fransiskus