Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Debat Abadi: BAB Jongkok atau Duduk, Mana yang Lebih Aman? Jawaban Pakar Tak Terduga!

Aditya Novrian • Jumat, 25 April 2025 | 19:15 WIB
Ilustrasi seorang pria sedang buang air besar duduk. (freepik.com)
Ilustrasi seorang pria sedang buang air besar duduk. (freepik.com)

RADAR MALANG—Perdebatan mengenai posisi buang air besar (BAB) yang lebih sehat antara duduk dan jongkok terus berlangsung.

Para ahli kesehatan memberikan pandangan mereka berdasarkan aspek anatomi dan fisiologi tubuh manusia.​

Dikutip dari Antaranews.com, menurut Dr. Franky Mainza Zulkarnaen, Sp.B, dari Rumah Sakit Pondok Indah, posisi jongkok saat BAB lebih disarankan karena tidak menekan rektum, sehingga mengurangi risiko wasir atau hemoroid.

Posisi jongkok membantu meluruskan sudut anorektal, memudahkan pengeluaran feses tanpa perlu mengejan berlebihan.

Sebaliknya, posisi duduk dapat menyebabkan saluran pembuangan tertekuk, menyulitkan proses BAB dan meningkatkan risiko sembelit serta wasir.

Dilansir dari Kompas.com, Dr. Retno Putri Arini, Sp.B, dari Ikatan Ahli Bedah Indonesia, menambahkan bahwa bagi penderita wasir, posisi jongkok sangat dianjurkan karena mempermudah proses BAB dan mengurangi tekanan pada pembuluh darah di area anus.

BAB Jongkok

Kelebihan:

Posisi alami untuk pencernaan: Membantu meluruskan sudut anorektal, sehingga feses lebih mudah keluar tanpa mengejan keras.

Mengurangi risiko wasir (ambeien): Karena tidak perlu mengejan berlebihan, tekanan pada pembuluh darah di anus jadi lebih rendah.

Mengurangi sembelit: Membantu mengosongkan usus besar lebih efisien dan tuntas.

Kekurangan:

Baca Juga: Jadi Kunci Sehat ala Rasulullah, Inilah 3 Jenis Madu Terbaik
Kurang nyaman bagi lansia atau penderita gangguan sendi:
Jongkok membutuhkan kekuatan otot dan fleksibilitas yang cukup, yang sulit dilakukan oleh orang dengan keterbatasan fisik.

Risiko jatuh atau cedera: Terutama pada toilet jongkok yang licin atau tanpa pegangan.

Tidak ramah untuk orang dengan mobilitas terbatas: Misalnya pengguna kursi roda atau ibu hamil trimester akhir.

BAB Duduk

Kelebihan:

Lebih nyaman dan modern: Banyak toilet duduk dilengkapi fasilitas tambahan seperti flush otomatis, bidet, dan pegangan tangan.

Lebih ramah untuk lansia dan disabilitas: Tidak perlu membungkuk terlalu jauh, sehingga mengurangi beban pada lutut dan pinggul.

Kebersihan lebih terjamin: Toilet duduk biasanya ada di kamar mandi yang tertutup dan bersih, terutama di tempat umum.

Kekurangan:

Posisi kurang ideal secara anatomi: Membuat sudut anorektal lebih sempit, sehingga sulit mengeluarkan feses dengan lancar.

Risiko sembelit dan wasir lebih tinggi: Karena sering mengejan dalam posisi ini.

Membutuhkan adaptasi tambahan: Jika ingin mendekati manfaat BAB jongkok, perlu tambahan seperti bangku kaki.

Secara keseluruhan, posisi jongkok saat BAB lebih menguntungkan dari segi kesehatan pencernaan.

Namun, adaptasi sederhana pada toilet duduk dapat membantu mengurangi risiko gangguan pencernaan dan meningkatkan kenyamanan pengguna. (Talita)

Editor : Aditya Novrian
#jongkok #buang air besar #sehat #Duduk