Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Cara Mengenali Gejala Demam Berdarah Sejak Dini untuk Mencegah Kondisi yang Semakin Parah

Aditya Novrian • Kamis, 15 Mei 2025 | 17:43 WIB

PENCEGAHAN: Petugas melakukan fogging di Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, untuk membasmi nyamuk dewasa yang menjadi vektor penular DBD.
PENCEGAHAN: Petugas melakukan fogging di Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, untuk membasmi nyamuk dewasa yang menjadi vektor penular DBD.

RADAR MALANG - Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti.

Di Indonesia, penyakit ini menjadi ancaman serius, terutama saat musim hujan.

Menurut Kementerian Kesehatan RI dan data dari WHO, deteksi dini terhadap gejala DBD menjadi kunci penting untuk mencegah kondisi pasien memburuk hingga berujung pada komplikasi serius.

Baca Juga: 673 Orang di Kabupaten Malang Terkena DBD

Gejala awal DBD biasanya muncul antara empat hingga sepuluh hari setelah seseorang tergigit nyamuk yang membawa virus.

Tanda-tanda awal yang paling umum di antaranya adalah demam tinggi secara tiba-tiba, biasanya lebih dari 39 derajat Celsius.

Penderita juga sering mengalami sakit kepala hebat, nyeri di belakang mata, serta rasa nyeri otot dan sendi yang intens, sehingga DBD kerap dijuluki “breakbone fever”.

Baca Juga: 306 Orang Terkena DBD di Kabupaten Malang

Gejala lain yang perlu diwaspadai termasuk mual, muntah, kelelahan, serta munculnya ruam berbentuk bintik merah di kulit.

Dalam beberapa kasus, penyakit ini bisa berkembang menjadi dengue berat atau demam berdarah dengue yang ditandai dengan gejala lanjutan seperti sakit perut parah, muntah terus-menerus, pendarahan ringan (seperti mimisan dan gusi berdarah), serta kulit yang menjadi dingin dan lembab.

Apabila gejala-gejala tersebut muncul, penting untuk segera mencari pertolongan medis.

Baca Juga: Puncak Musim Hujan, Angka DBD di Sidoarjo Meningkat

Diagnosis dan perawatan cepat sangat berpengaruh dalam mencegah komplikasi seperti perdarahan hebat, kerusakan organ, bahkan kematian.

Langkah pencegahan juga memegang peran vital.

Masyarakat dianjurkan untuk menjaga kebersihan lingkungan, menutup tempat penampungan air, serta rutin melakukan 3M Plus (Menguras, Menutup, dan Mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk).

Baca Juga: 1,5 Bulan, Empat RS di Surabaya Tangani 275 Pasien DBD

Penggunaan kelambu saat tidur dan lotion anti-nyamuk juga dapat membantu mengurangi risiko tertular.

Dengan mengenali gejala DBD sejak dini dan menjalankan pola hidup bersih, masyarakat dapat meminimalkan risiko penularan serta menurunkan angka kesakitan akibat demam berdarah di Indonesia. (Tiwi)

Editor : Aditya Novrian
#DBD anak #bahaya demam berdarah #DBD #gejala demam berdarah