MALANG KOTA - Warga di Kecamatan Blimbing dan Sukun harus lebih siaga menghadapi ancaman demam berdarah dengue (DBD). Sebab, kasus DBD di sana cukup tinggi.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang mencatat angka DBD mulai Januari hingga pertengahan Mei telah mencapai 389 kasus. Kepala Dinkes Kota Malang dr Husnul Muarif mengatakan, dari lima kecamatan, Blimbing dan Sukun menjadi penyumbang terbanyak temuan kasus DBD. Menurut dia, karena jumlah penduduknya merupakan yang terpadat.
”Cuaca lembap dan genangan air menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes Aegypti. Musim hujan berkepanjangan menjadi salah satu penyebab,” jelas mantan Direktur RSUD Kota Malang itu.
Husnul menerangkan, peningkatan kasus DBD setiap tahun konsisten terjadi pada bulan Maret hingga Mei. Sehingga bulan ini dianggap sebagai puncak kewaspadaan.
”Puncaknya (DBD) selalu terjadi saat peralihan musim, ketika itu masyarakat juga kurang kebersihan lingkungan,” papar pejabat eselon II B Pemkot Malang itu.
Untuk itu, dinkes menggencarkan edukasi ke masyarakat soal pentingnya Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan metode 3M Plus. Di antaranya menguras tempat penampungan air, menutup rapat tempat air, dan mengubur barang bekas yang bisa menampung air.
”Kalau tidak dimulai dari rumah sendiri akan sulit. Banyak warga merasa sudah bersih, tapi lupa periksa tempat minum hewan, pot tanaman, atau saluran air yang tersumbat sebagai sarang nyamuk,” tandas Husnul.
Editor : A. Nugroho