Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Saat KTT ASEAN di Malaysia, Mitos atau Fakta, Terlalu Lama Duduk Menyebabkan Otak Menyusut? Cek Faktanya!

Aditya Novrian • Rabu, 28 Mei 2025 | 23:05 WIB
Ilustrasi otak yang ada dalam kepala manusia (pch.freepik)
Ilustrasi otak yang ada dalam kepala manusia (pch.freepik)

RADAR BATU - Duduk mungkin terasa nyaman, tetapi tahukah Anda bahwa kebiasaan duduk terlalu lama bisa berdampak buruk bagi kesehatan otak?

Studi terbaru mengungkap bahwa perilaku sedentari, yakni terlalu sering duduk atau berbaring, berisiko menyebabkan penyusutan otak dan gangguan kognitif.

Bahkan, olahraga rutin belum tentu cukup untuk mencegahnya.

 Apa yang Terjadi pada Otak Saat Terlalu Lama Duduk? 

Penelitian kolaboratif antara Vanderbilt University, University of Pittsburgh, dan Seoul National University menemukan bahwa duduk dalam waktu lama meningkatkan risiko neurodegenerasi, khususnya pada orang berusia di atas 50 tahun.

Studi ini dilakukan selama tujuh tahun, di mana para peneliti memantau aktivitas 404 partisipan dengan alat pelacak.

Hasilnya menunjukkan bahwa meski 87% peserta memenuhi rekomendasi olahraga minimal 150 menit per minggu, mereka yang lebih banyak duduk tetap mengalami penurunan fungsi kognitif.

Baca Juga: China Sukses Sembuhkan Diabetes dengan Terapi Sel Punca, Pasien Tak Perlu Suntik Insulin Lagi

Yang lebih mengkhawatirkan, gejala awal kerusakan otak terutama muncul pada area hipokampus, bagian otak yang berperan penting dalam memori dan merupakan salah satu area pertama yang rusak akibat Alzheimer.

Data juga menunjukkan bahwa dampak negatif lebih kuat pada mereka yang memiliki risiko genetik lebih tinggi terhadap Alzheimer.

 Mitos atau Fakta? Apakah Olahraga Bisa Menyeimbangi Waktu Duduk? 

Selama ini, banyak yang percaya bahwa durasi duduk yang lama bisa diimbangi dengan olahraga.

Namun, penelitian ini membantah anggapan tersebut.

Ahli saraf Marissa Gogniat dari University of Pittsburgh menegaskan bahwa mengurangi risiko Alzheimer tidak cukup hanya dengan berolahraga sekali sehari.

"Meminimalkan waktu yang dihabiskan untuk duduk, bahkan jika Anda berolahraga setiap hari, tetap penting untuk menurunkan kemungkinan terkena Alzheimer," ujarnya.

Artinya, meski olahraga tetap memiliki manfaat besar bagi tubuh dan mental, aktivitas fisik saja tidak cukup untuk menjaga kesehatan otak.

Mengurangi waktu duduk dan meningkatkan waktu bergerak dalam sehari jauh lebih efektif dalam memperlambat proses penuaan otak.(sai)

Editor : Aditya Novrian
#Rutin #fungsi kognitif #Kesehatan #duduk terlalu lama #Olahraga #otak #Duduk