Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Kasus DBD Meningkat di RI: Ketahui Fakta Seputar DBD dan Nyamuk Aedes Aegypt!

Aditya Novrian • Kamis, 29 Mei 2025 | 16:55 WIB

Ilustrasi Nyamuk Aedes Aegypt (Freepik.com/jcomp)
Ilustrasi Nyamuk Aedes Aegypt (Freepik.com/jcomp)

Per-Mei 2025, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 56 ribu kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan 250 kematian.

Menurut laporan, kasus DBD di Indonesia menyentuh 1.400 kematian pada tahun 2024.

DBD diduga masih menjadi ancaman global yang lebih dari 3,9 miliar orang di dunia berisiko terinfeksi.

Baca Juga: Wajib Tahu! Ini 21 Jenis Penyakit dan Layanan yang Tak Ditanggung BPJS Kesehatan meski Berobat Gratis

Penyakit DBD sendiri adalah akibat dari gigitan nyamuk aedes aegypti.

Penyakit ini sangat identik dengan musim hujan, sehingga masyarakat diharapkan bisa menerapkan sikap waspada, khususnya di Indonesia yang belakangan ini sedang kemarau basah.

Berikut fakta-fakta seputar DBD dan nyamuk aedes aegypt:

  1. Tidak semua nyamuk dapat membawa virus demam berdarah, hanya nyamuk aedes aegypt betina yang menularkan virus demam berdarah. Penularan DBD tidak ditularkan secara langsung antar manusia, namun perlu peran dari nyamuk aedes aegypt betina untuk memindahkan virus tersebut melalui gigitan.
  1. DBD memiliki gejala khas, yaitu 4 hingga 10 hari pasca gigitan nyamuk, orang yang terinfeksi akan mengalami demam hingga 40 derajat diikuti sakit kepala yang parah, nyeri otot dan sendi, hingga munculnya ruam atau bintik merah pada area kulit.
  2. Demam yang terjadi pada pasien terjangkit DBD tidak dapat dibedakan, sehingga masyarakat diharapkan bisa waspada dan melakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan apabila demam tak kunjung turun.
  3. Terdapat beberapa fase dalam demam berdarah, yaitu fase demam, fase kritis dan fase penyembuhan yang setiap fase nya memiliki ciri tersendiri. Saat demam menurunan, apabila masuk fase kritis maka akan terjadi gangguan tekanan darah dan tanda vital lainnya. Namun, jika tanda vital baik, artinya DBD telah masuk fase penyembuhan.
  4. Jika tidak ditangani sedini mungkin demam berdarah dapat berujung komplikasi seperti kerusakan hati, jantung, hingga otak.

Memulai sikap waspada dengan mengetahui fakta-fakta seputar DBD dan nyamuk aedes aegypt dapat meminimalisir kematian akibat demam berdarah. (nai)

Editor : Aditya Novrian
#Demam Berdarah Dengue #Kemenkes #DBD #nyamuk Aedes aegypt