Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

2.924 Bayi di Kota Malang Masuk Kategori Risiko Stunting

Aditya Novrian • Jumat, 30 Mei 2025 | 18:04 WIB
prevalensi stunting kota malang 2021-2025
prevalensi stunting kota malang 2021-2025

MALANG KOTA – Kasus bayi berisiko terkena stunting masih menjadi perhatian pemkot. Dari data terbaru, ada 2.924 bayi masuk dalam kategori tersebut. Jika dipersentase, prevalensi kasus stunting berada di angka 8,37 persen.

”Hasil itu kami temukan setelah melakukan pemeriksaan terhadap 34.931 balita bersama 16 puskesmas,” kata Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang drg Muhammad Zamroni kepada Jawa Pos Radar Malang kemarin.

Zamroni menambahkan, angka stunting terbilang masih tinggi. Sebab, pada tahun lalu hanya ada 2.813 bayi masuk kategori risiko stunting. Meningkatnya prevalensi stunting disebabkan oleh beragam faktor.

Antara lain paparan asap rokok, kadar hemoglobin ibu hamil yang rendah, sanitasi kurang layak, hingga tidak melakukan pemberian ASI ekslusif. Karena adanya peningkatan prevalensi stunting, pihaknya akan menyusun rencana tindak lanjut (RTL).

Penyusunan RTL melibatkan lintas program di dinkes maupun lintas sector

”Tujuannya untuk menekan angka stunting hingga nol persen atau zero stunting,” sambung Zamroni.

Di dalam RTL juga mendorong kembali tiga kelurahan yang tahun lalu hampi  Bebas stunting. Yakni Kelurahan Rampal Claket, Kelurahan Klojen, dan Kelurahan Samaan. Kemudian, dinkes juga akan melakukan upaya rutin.

Seperti pemberian makanan tambahan berupa daging ayam, telur, hingga susu. Selain  tu, mengecek berat maupun tinggi balita secara berkala melalui puskesmas dan posyandu. Selain penanganan dari sisi balita, ada upaya untuk memberikan tablet penambah darah kepada calon pengantin serta ibu hamil.

Pemberian tablet penambah darah bias mengurangi bayi lahir stunting. Karena itu target prevalensi stunting sampai tahun 2027 di Indonesia ditingkatkan.

”Sebagai contoh untuk Kota Malang target dari Kementerian Kesehatan sebesar 15,16 persen. Lalu tahun 2026 sebesar 14,18 persen dan tahun 2027 sebesar 13,26 persen,” beber pejabat eselon III  Pemkot M alang tersebut.

Terpisah, Ketua TP PKK Kelurahan Samaan Weni Susilowati menjelaskan kalau dalam rangka mengejar target zero stunting dari pemkot, pihaknya rajin melakukan pemeriksaan terhadap balita. Total ada sebanyak sembilan pos yandu yang diperbantukan mulai dari RW 1 sampai RW 8.

”Setiap posyandu memiliki jadwal sendiri-sendiri. Sebagai contoh untuk Posyandu Kusuma Dewi di RW 1 yang melakukan pemeriksaan pada Senin minggu kedua,” jelas Weni. (mel/adn)

Editor : A. Nugroho
#asi ekslusif #Stunting #dinkes kota malang #kementrian kesehatan