Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Kasus Diabetes Melitus Tipe 2 pada Anak Kian Marak, Kebiasaan Jajan Manis Menjadi Penyebab Utama

Aditya Novrian • Senin, 9 Juni 2025 | 16:47 WIB
cegah anak kema DM tipe 2
cegah anak kema DM tipe 2

SURABAYA – Diabetes melitus (DM) tipe 2 yang dulu dianggap sebagai penyakit orang dewasa kini juga banyak diidap usia muda. Bahkan anak-anak pun mulai banyak yang terdeteksi menderita penyakit itu. Gaya hidup dan pola makan tidak sehat menjadi penyebab utama.

Hal itu diungkapkan dokter spesialis anak RS Universitas Surabaya (Ubaya) dr Melati Dinihari SpA. Prevalensi diabetes pada anak memang terus meningkat, baik secara global maupun nasional.

”Dulu dominan tipe 1, sekarang diabetes tipe 2 pada anak juga mulai banyak ditemukan. Terutama pada remaja,” ujarnya.

Dari pengalaman praktiknya, pasien anak dengan diabetes ditemukan pada usia 10–13 tahun.

”DM tipe 2 lebih banyak dipicu pola makan dan gaya hidup tidak sehat, tapi tidak tentu bergantung dari hasil pemeriksaan,” ungkapnya.

Anak-anak yang mengalami obesitas atau terlalu banyak mengonsumsi makanan dan minuman manis seperti boba dan kopi susu, berisiko lebih tinggi.

Terlebih, aktivitas fisik yang semakin minim dan lebih sering duduk bermain gadget. ”Gula tinggi, olahraga kurang. Kombinasi yang memungkinkan berisiko mengalami diabetes,” tutur dia.

Menurutnya, banyak anak yang baru diketahui menderita diabetes setelah mengalami gejala berat. Antara lain, penurunan berat badan drastis, sering buang air kecil, hingga datang ke rumah sakit dalam kondisi ketoasidosis atau penurunan kesadaran.

”Ada juga yang baru tahu saat skrining di sekolah, akhirnya dirujuk ke rumah sakit,” sebut dia.

Pengobatan pada anak-anak penderita diabetes, lanjut dia, serupa dengan orang dewasa. Bisa dengan obat oral atau suntikan insulin, tergantung jenis DM-nya dan kondisi tubuh pasien.

”Pasien DM tipe 2 usia remaja sudah harus minum obat rutin, bahkan sampai suntik kalau (kadar gula) tidak terkendali,” tambahnya.

Pencegahan menjadi faktor sangat penting. Dia mengimbau orang tua untuk mulai memperhatikan nutrisi dan aktivitas fisik anak sejak dini. Mengontrol pola makan dan mengurangi konsumsi tinggi gula, serta perbanyak aktifitas fisik minimal 30 menit per hari.

”Kalau berat badan tiba-tiba turun, anak sering kencing, sering haus, segera periksa. Jangan menunggu,” pungkasnya.

Sedangkan DM tipe 1 ditemukan pada usia yang lebih kecil lagi. Pasien paling muda yang pernah dia tangani masih berusia TK. DM tipe 1 pada anak umumnya disebabkan oleh kelainan autoimun atau faktor genetik.

(dho/nor/adn)

Editor : A. Nugroho
#diabetes melitus tipe 2 #RS Ubaya #kadar gula