MALANG KOTA – Angka kasus kanker serviks patut diwaspadai. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang mencatat, setiap kali pemeriksaan dilakukan, sekitar 20 persen perempuan dinyatakan positif kanker serviks. Angka itu terbilang tinggi dan memicu perhatian serius berbagai pihak.
Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Malang drg Muhammad Zamroni menyatakan, vaksinasi HPV penting untuk perempuan. Terutama mereka yang berusia di atas 15 tahun. ”Setiap pemeriksaan, 20 persen dari peserta diketahui positif kanker serviks. Ini angka yang tidak bisa dianggap kecil,” ungkap pejabat eselon III B Pemkot Malang itu.
Artinya, satu dari lima perempuan di Kota Malang telah terjangkit penyakit tersebut. Gejala awal kanker serviks kerap diabaikan. Seperti haid tidak teratur, nyeri saat berhubungan seksual, nyeri panggul, hingga pendarahan di luar masa menstruasi. Karena itu, menurut Zamroni, edukasi dan deteksi dini sangat penting.
Salah satunya lewat papsmear dan vaksinasi HPV yang kini bisa diakses gratis di fasilitas kesehatan. Seperti kemarin, Dinkes Kota Malang menggelar papsmear dan vaksinasi Human Papillomavirus (HPV). Kegiatan yang dilaksanakan di Ballroom Sanika Satyawada Polresta Malang Kota itu diikuti sekitar 200 peserta dari kalangan umum dan Bhayangkari.
Sementara Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Nanang Haryono menyebut kegiatan itu menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara Ke-79. ”Kami ingin ibu-ibu dan remaja putri sehat menuju Indonesia Emas 2045. Apalagi vaksin HPV cukup mahal, jadi kalau ada layanan gratis, manfaatkan,” kata Nanang.
Sebelumnya, awal tahun ini, kolaborasi serupa telah menjangkau 6.200 anak perempuan usia di atas 15 tahun. Dengan semakin gencarnya program vaksinasi dan skrining, diharapkan angka kasus bisa ditekan lebih signifikan. (mel/adn)
Editor : A. Nugroho