KEPANJEN - Penderita chikungunya di Kabupaten Malang melonjak. Sepanjang 2024 tercatat 92 kasus, kemudian pertengahan tahun ini sudah menembus 71 kasus. Data tersebut tercantum dalam Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) Kabupaten Malang. Jumlahnya diperkirakan akan bertambah pada akhir 2025.
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang Gunawan Djoko Untoro menyampaikan, terdapat beberapa hal yang perlu ditekankan kepada masyarakat. Di antaranya menerapkan Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik (G1R1J). Kemudian menjaga kebersihan lingkungan agar bebas dari jentik. Lalu memilah sampah organik dan anorganik lalu menyimpannya di tempat tertutup agar tidak terpapar air hujan.
“Masyarakat juga perlu melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk 3M Plus (PSN 3M Plus),” kata Gunawan. Di antaranya dengan menguras maupun menutup tempat penampungan air, memanfaatkan barang bekas minimal seminggu sekali di lingkungan tempat tinggal, serta menghindari gigitan nyamuk.
Apabila ada salah satu tanda bahaya, dia menyarankan agar pasien segera dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) terdekat. Tanda bahaya yang dimaksud seperti demam turun tetapi keadaan anak memburuk, nyeri perut yang berat, muntah terus menerus, letargi (kelelahan), lemas, pembesaran hepar lebih dari 2 sentimeter, akumulasi cairan, atau peningkatan hematokrit bersamaan dengan penurunan cepat jumlah trombosit.
Seperti diberitakan, chikungunya menyerang melalui gigitan nyamuk aedes aegypti maupun aedes albopictus, yang juga dikenal sebagai penyebab demam berdarah. Nyamuk tersebut mendapatkan virus chikungunya saat menggigit seseorang yang telah terinfeksi sebelumnya. “Secara teori, chikungunya itu tanpa rawat inap bisa sembuh selama dua minggu, asalkan istirahat total, terus minum obat anti radang dan minum air putih yang banyak,” ujar Plt Kepala Dinkes Kabupaten Malang Ivan Drie.
Sebab, dia menjelaskan, penyakit yang disebabkan oleh virus tidak memiliki obat kecuali antibodi sendiri. Sehingga supaya cepat sembuh, kondisi umumnya harus diperbaiki. Gejala chikungunya pun hampir sama dengan DBD. Yakni demam tinggi melebihi 38,5 derajat celcius, menggigil, dan wajah kemerahan. Namun, pada kasus chikungunya akan dirasakan nyeri sendi, Nyeri tersebut bisa terjadi di pergelangan kaki atau tangan. (yun/dan)
Editor : A. Nugroho