Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Stok Trombosit di PMI Kota Malang Masih Fluktuatif, Golongan Darah O Paling Minim

Bayu Mulya Putra • Kamis, 17 Juli 2025 | 17:32 WIB
RUTIN: Ketua Ikatan Notaris Indonesia Malang Raya Arini Jauharoh (dua dari kanan) bersama anggota-anggotanya menggelar kegiatan donor darah di Kantor PMI Kota Malang, kemarin (16/7).
RUTIN: Ketua Ikatan Notaris Indonesia Malang Raya Arini Jauharoh (dua dari kanan) bersama anggota-anggotanya menggelar kegiatan donor darah di Kantor PMI Kota Malang, kemarin (16/7).

MALANG KOTA - Distribusi darah di Kota Malang dan sekitarnya cukup lancar. Stok whole blood (WB) dan packed red cells (PRC) masih cukup untuk 12 hari ke depan. Namun untuk stok thrombocyte concentrate (TC), jumlahnya masih minim. 

Dari update stok darah per 16 Juli pukul 06.00, masih ada 204 cadangan kantong WB. Dengan rincian 32 kantong golongan darah A, 68 kantong golongan darah B, 87 kantong golongan darah O, dan 17 kantong golongan darah AB. Untuk PRC, stoknya ada 207 golongan darah A, 547 golongan darah B, 526 golongan darah O, dan 70 golongan darah AB. 

”Stok trombosit memang fluktuatif, tak jarang stoknya juga habis saat ada pasien yang membutuhkan, sehingga harus menunggu,” ujar Luluk Retno Wulan, Kepala Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Malang. Hingga pukul 06.00 kemarin, hanya tersedia 10 kantong TC untuk golongan darah A, lalu 19 kantong golongan darah B, dan 25 kantong golongan darah AB. 

Paling sedikit golongan darah O hanya tersedia lima kantong. Luluk menyebut, sulitnya stok TC terjadi karena masa penyimpanannya sangat singkat. Tiap kantong TC maksimal hanya bisa disimpan empat sampai lima hari. Selebihnya, stok TC harus dibuang kalau tidak ditransfusikan ke pasien. 

TC itu biasa digunakan membantu pasien dengan jumlah trombosit rendah. Terutama bagi mereka yang berisiko mengalami pendarahan, seperti pasien Demam Berdarah Dengue (DBD), pasien kanker, dan pasien yang menjalani kemoterapi. 

Sampai saat ini PMI Kota Malang masih memaksimalkan pendonor yang datang langsung ke kantor mereka. Persentasenya ditarget hingga 70 persen dari seluruh pendonor. Sementara 30 persennya diambil dari Kelompok Donor Darah (KDD) yang biasanya mengadakan kegiatan donor darah di instansi atau acara tertentu. 

Seperti kegiatan yang dilakukan dalam rangka HUT Ikatan Notaris Indonesia (INI) ke-117 dan Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) ke-38, kemarin (16/7). Agenda tahunan mereka memang menyelenggarakan acara donor darah di kantor PMI Kota Malang langsung. 

”Kami mengajak seluruh staf hingga keluarganya untuk donor darah, jumlahnya sampai 45 orang sejauh ini,” ujar Arini Jauharoh, Ketua Ikatan Notaris Indonesia Malang Raya. Arini memilih donor langsung di Kantor PMI agar darah yang terkumpul bisa langsung diproses untuk TC. (aff/by)

Editor : A. Nugroho
#PMI #Trombosit #prc #Kota Malang