Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Penerima Program Makan Bergizi Gratis Diperluas, untuk Ibu Menyusui, Ibu Hamil, dan Balita Non-PAUD di Malang Raya

Fathoni Prakarsa Nanda • Senin, 21 Juli 2025 | 16:42 WIB
Realisasi MBG untuk Kelompok 3B
Realisasi MBG untuk Kelompok 3B

MALANG KOTA - Penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai diperluas. Ada tiga golongan baru yang akan mendapatkan makanan gratis dari pemerintah tersebut. Yaitu ibu menyusui, ibu hamil, dan balita non-PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) atau bisa disebut MBG 3B. Mengacu pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 83 Tahun 2024 tentang pembentukan Badan Gizi Nasional, memang ada empat kelompok penerima MBG. Yakni siswa sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD.

Salah satu dapur umum atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sudah menyalurkan MBG untuk kelompok 3B adalah SPPG Lanud Abdulrachman Saleh. Makanan disalurkan melalui lima posyandu. Penerimanya mencapai 225 orang. Terdiri dari 13 ibu hamil, 59 ibu menyusui, dan 127 balita. Penyaluran dilakukan sejak Kamis lalu (26/6) dan akan dilaksanakan secara berkelanjutan.

Komandan Lanud Abdulrachman Saleh Marsma TNI Reza R.R. Sastranegara SSos MAP MNSS menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk implementasi nyata TNI dalam mendukung program-program strategis nasional. ”Kami ingin memastikan generasi masa depan tumbuh sehat. Karena dari keluarga yang sehat akan lahir anak-anak yang unggul,” ujarnya.

Tidak ada syarat khusus untuk menjadi penerima MBG. Asalkan masih berada dalam radius jangkauan SPPG dan termasuk dalam daftar penerima (anak sekolah dan 3B), maka orang tersebut dapat menerimanya. Satu SPPG akan melayani masyarakat dengan radius maksimal 6 kilometer dari lokasinya.

Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang Gunawan Djoko Untoro menambahkan, sampai saat ini belum ada data pasti sasaran MBG secara keseluruhan di Kabupaten Malang. Sebab, belum semua SPPG melayani kelompok 3B. ”Tapi kalau berdasar Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS), jumlah ibu hamil tahun ini 41.923 orang dan balita ada 200.471 anak,” ucapnya.

Sementara itu, MBG di Kota Malang baru diberikan kepada anak sekolah saja. Penyaluran MBG 3B masih dalam proses persiapan. Tapi, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sudah mendapat instruksi langsung dari Badan Gizi Nasional (BGN) untuk melakukan pemetaan penerima manfaat. ”Saat ini kami masih melakukan pendataan. Setelah rampung langsung akan diberikan MBG kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita,” kata Kepala SPPG Bahrul Maghfiroh di Kecamatan Lowokwaru, Alief Sella Fitri N.N.

Menurut Sella, kuota untuk program MBG 3B maksimal 10 persen dari kapasitas produksi SPPG Bahrul Maghfiroh. Saat ini, SPPG tersebut memproduksi 3.400 porsi makanan setiap hari. Dengan demikian, jatah untuk ibu hamil, menyusui, dan balita sekitar 300 porsi.

Dari pendataan sementara, kemungkinan besar MBG 3B baru bisa melayani warga dalam radius maksimal dua kilometer dari SPPG Bahrul Maghfiroh. Pertimbangannya adalah keterbatasan armada pengantar. ”Kami setiap hari harus mengantar MBG ke 33 sekolah. Sehingga, untuk sementara penerima MBG 3B yang terdekat dari SPPG,” tutur Sella.

Mekanismenya, SPPG memberikan paket MBG ke posyandu. Selanjutnya petugas posyandu akan mengantarkan ke penerima manfaat secara door to door. Anggaran MBG 3B dijatah Rp 15 ribu per orang. Rinciannya, Rp 10 ribu untuk bahan baku makanan, Rp 3 ribu untuk biaya operasional, dan Rp 2 ribu biaya sewa tempat SPPG.

Berdasar data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang, jumlah ibu menyusui saat ini sekitar 10.710 orang. Sedangkan untuk angka ibu hamil dan jumlah balita masih dalam proses perhitungan.

Kepala Dinas Sosial-P3AP2KB Kota Malang Donny Sandito menuturkan, pelaksanaan MBG 3B tidak melibatkan Pemkot Malang. Dari BGN langsung menginstruksikan kepada SPPG di Kota Malang. Tapi, pihaknya siap membantu pendataan penerima 3B. ”Sebab kami memiliki petugas di setiap kelurahan,” katanya.

Paling Akhir di Batu

Hingga kini Kota Batu masih belum bisa merealisasikan program MBG. Jangankan untuk kelompok 3B, untuk siswa saja juga belum terlaksana. Yang sudah dilaksanakan baru sebatas persiapan. Seperti pemetaan jumlah penerima manfaat dan pembangunan SPPG.

Kabid Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Batu Muhammad Hartoto mengungkapkan, secara umum gambaran pelaksanaan MBG 3B hampir seperti yang akan berjalan di sekolah.

Hanya saja, perbedaan terletak pada kelompok penerima manfaatnya. Yang pasti, program tersebut memiliki intervensi terhadap gizi kelompok rentan. Yakni kelompok ibu hamil, menyusui dan balita dalam mencegah stunting. “Target realisasinya kami masih menunggu instruksi. Mengingat program MBG untuk pelajar juga belum berjalan sama sekali di Kota Batu,” paparnya.

Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu dr Yuni Astuti menambahkan, sebelum diluncurkan MBG 3B, program intervensi gizi yang menyasar 3B sudah bergulir. Seperti pemantauan status gizi dan imunisasi dasar di 193 pos pelayanan terpadu (Posyandu) pada bayi dan balita.

Pihaknya juga menjalankan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk kelompok 3B. Yuni menilai hal itu cukup efektif untuk menurunkan angka stunting. Bahkan, angka stunting di Kota Batu telah menunjukkan capaian yang positif. Tahun lalu mencapai 12,16 persen. ”Per Juni tahun ini sudah menurun menjadi 11,1 persen,” tandasnya. (yun/adk/ori/fat)

Editor : A. Nugroho
#Malang Raya #Mbg #dinkes #SPPG