17 Tanda HIV pada Wanita dan Pria, Kenali Bedanya untuk Deteksi Dini
A. Nugroho• Kamis, 24 Juli 2025 | 21:57 WIB
Ilustrasi pemeriksaan kesehatan untuk deteksi dini HIV pada pria dan wanita.
RADAR MALANG – Mengenali tanda-tanda HIV sangat penting untuk mendeteksi infeksi sejak dini. Pasalnya, HIV (Human Immunodeficiency Virus) bisa hadir tanpa gejala selama bertahun-tahun, namun terus melemahkan sistem imun hingga mencapai tahap AIDS yang membahayakan jiwa.
HIV tidak hanya menyerang satu kelompok usia atau gender, tetapi memengaruhi siapa saja, baik pria maupun wanita. Meski gejalanya serupa, beberapa tanda khusus lebih dominan muncul pada perempuan.
Deteksi sejak dini memungkinkan penderita HIV menjalani pengobatan antiretroviral (ARV) yang efektif untuk menekan perkembangan virus. Tak hanya memperpanjang harapan hidup, terapi ini juga mencegah penularan lebih lanjut.
Apa Itu HIV dan AIDS?
HIV adalah virus yang menyerang sel CD4 dalam sistem kekebalan tubuh. Bila tidak segera diobati, infeksi ini dapat berkembang menjadi AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome), yakni kondisi ketika kekebalan tubuh benar-benar lemah dan tak mampu melawan infeksi.
Orang yang terinfeksi HIV bisa saja terlihat sehat dan tidak menunjukkan gejala selama bertahun-tahun. Namun, selama masa ini, virus tetap aktif dan dapat ditularkan kepada orang lain.
Gejala HIV pada Pria
Pada tahap awal, gejala HIV pada pria seringkali menyerupai flu ringan. Masa ini disebut periode jendela (window period), yakni waktu ketika infeksi baru terjadi dan antibodi belum terdeteksi oleh tes.
Tanda-tanda awal HIV pada pria antara lain:
Sariawan
Sakit kepala
Kelelahan
Radang tenggorokan
Hilang nafsu makan
Nyeri otot
Ruam kulit
Pembengkakan kelenjar getah bening
Berkeringat di malam hari
Bila tak segera ditangani, virus akan terus berkembang dan memasuki tahap lanjut. Pada masa ini, gejala semakin berat dan tubuh mulai kesulitan melawan infeksi.
Tanda HIV tahap lanjut pada pria meliputi:
Penurunan berat badan drastis (>10%)
Diare kronis
Demam berkepanjangan
Batuk lebih dari 1 bulan
Infeksi jamur di mulut dan tenggorokan
Infeksi TBC
Mual, muntah, hingga gangguan psikis
Herpes zoster dan ketombe ekstrem
Infeksi oportunistik berat
Gejala HIV pada Wanita
Gejala awal HIV pada wanita umumnya mirip dengan pria, seperti flu ringan, sariawan, kelelahan, hingga pembengkakan kelenjar getah bening.
Namun, beberapa gejala khas lebih sering dialami perempuan, terutama saat infeksi memasuki tahap lanjut.
Tanda HIV lanjut yang umum pada wanita:
Infeksi jamur vagina berulang Kandidiasis yang sulit sembuh dan sering kambuh, disertai gatal dan keputihan tebal.
Nyeri di panggul atau perut bagian bawah Gejala radang panggul yang sering kambuh, bisa disertai demam dan keputihan berbau.
Gangguan menstruasi Siklus tidak teratur, volume darah berubah, dan PMS yang lebih parah.
Rentan terhadap infeksi umum Mudah sakit seperti flu, batuk berkepanjangan, demam, dan sariawan.
Risiko kanker serviks meningkat Terutama bila infeksi sudah berkembang menjadi AIDS.
Fase Infeksi HIV: Dari Window Period hingga AIDS
Periode jendela (window period) Virus sudah aktif, tetapi tes belum menunjukkan hasil positif. Gejala ringan seperti flu sering muncul.
Masa laten Pasien bisa tanpa gejala selama 2–8 tahun. Virus tetap menular dan perlahan merusak sistem imun.
Stadium AIDS Daya tahan tubuh sangat lemah. Timbul infeksi berat seperti TBC, meningitis, kandidiasis parah, hingga kanker.
Pentingnya Tes dan Deteksi Dini
Banyak orang dengan HIV tidak menunjukkan gejala jelas selama bertahun-tahun. Satu-satunya cara untuk memastikan adalah melalui tes darah.
Deteksi dini memungkinkan penderita segera memulai terapi ARV yang dapat memperlambat perkembangan virus dan meningkatkan kualitas hidup. Dengan pengobatan tepat dan gaya hidup sehat, ODHA (Orang dengan HIV/AIDS) tetap bisa menjalani kehidupan normal dan produktif. (id)