KEPANJEN – Cakupan imunisasi polio di Bumi Kanjuruhan masih rendah. Dari total sasaran 39.056 anak, baru sekitar 13 ribu anak yang sudah lengkap menerima imunisasi polio 1 sampai 4. Angkanya baru sekitar 33–36 persen hingga Juni lalu (selengkapnya bca grafis).
Kondisi ini menjadi perhatian serius Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang. Pasalnya, polio bukan penyakit sembarangan. Virus polio bisa menyerang sistem saraf pusat dan merusak motorik tubuh. Jika sudah dinyatakan positif polio, anak berisiko cacat seumur hidup.
Plt Kepala Dinkes Kabupaten Malang drg Ivan Drie menegaskan, imunisasi akan terus dikebut hingga 100 persen pada akhir tahun. ”Jumlah imunisasi polio yang terus menurun itu karena beberapa hal, misalnya pindah domisili,” terang Ivan, kemarin (24/8).
Imunisasi polio diberikan dalam bentuk cairan tetes (oral polio vaccine/OPV). Vaksin ini mengandung virus polio yang dilemahkan untuk membentuk kekebalan tubuh. ”Imunisasi tetes akan membentengi sistem pencernaan, khususnya dinding usus besar. Nanti juga ada imunisasi suntik yang langsung masuk lewat darah,” tambah pria yang pernah menjabat sebagai Kabid Pelayanan RSUD Lawang itu.
Selain lewat imunisasi, pencegahan polio juga butuh dukungan perilaku hidup bersih. Sebab, penularan polio umumnya melalui media air. Bisa dari kontak langsung dengan kotoran manusia yang terinfeksi, mengonsumsi makanan dan minuman terkontaminasi, hingga percikan air liur penderita.
Dinkes juga terus melakukan pemantauan lapangan. Ivan menyebut, pihaknya sudah mengirim tujuh anak dengan gejala lumpuh layu untuk menjalani uji Acute Flaccid Paralysis (AFP). Hasilnya semua negatif. ”Kalau sampai ada yang positif, akan ditetapkan sebagai KLB (Kejadian Luar Biasa),” tegasnya.
Tak hanya polio, ada empat imunisasi dasar lengkap (IDL) lain yang wajib diterima anak sebelum usia 1 tahun. Yaitu hepatitis B (1 dosis diberikan pada usia 0–7 hari setelah lahir), BCG (1 dosis untuk melindungi dari TBC), serta beberapa imunisasi lain yang jadi standar IDL. Hingga Juni 2025, capaian IDL di Kabupaten Malang mencapai 41,47 persen atau 16.175 anak dari total sasaran.
“Harapan kami, dengan dukungan semua pihak, capaian imunisasi bisa meningkat. Anak-anak terlindungi, dan Kabupaten Malang bebas polio,” pungkas Ivan. (yun/adn)
Editor : A. Nugroho