MALANG KOTA – Penyakit jantung masih menjadi ancaman serius di Indonesia. Di RSUD Saiful Anwar (RSSA) Malang saja, tiap tahun tercatat sekitar seribu pasien jantung koroner. Kondisi itu membuat para tenaga kesehatan (nakes) berpacu mencari solusi lewat forum Malang Cardio Vascular Update (MCVU) ke-24 yang digelar di Hotel Grand Mercure, Kecamatan Blimbing, kemarin (22/8).
Lebih dari 900 peserta hadir. Mulai dokter spesialis jantung, dokter umum, perawat, hingga tenaga kesehatan terkait. Tahun ini MCVU digabung dengan INAecho, kelompok kerja di bawah Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) yang fokus pada echocardiography.
”Kasus terbanyak yang kami temui memang jantung koroner. Jadi kami mengeluarkan aplikasi Detak yang bisa diakses gratis,” ujar Ketua PERKI Cabang Malang Prof dr Mohammad Saifur Rohman SpJP(K) FIHA.
Pihaknya juga meluncurkan Buku Pedoman Standar Layanan Kardiovaskular yang dicetak 500 eksemplar. ”Itu disusun dari guidelines internasional yang sudah dimodifikasi sesuai kemampuan standar minimal tenaga kesehatan di setiap lini layanan,” lanjut Saifur.
MCVU berlangsung meriah dengan 15 workshop, 25 simposium paralel, 4 kelas master, 2 seminar internasional, hingga business meeting. Namun tantangan terbesar justru ada pada jumlah tenaga spesialis.
”Hitungannya, satu spesialis jantung untuk seribu pasien. Saat ini hanya ada 1.360 spesialis jantung di Indonesia. Padahal targetnya menambah tiga ribu. Per tahun ada 130–150 dokter baru yang bisa terjun ke spesialis jantung,” ujar Ketua Pengurus Pusat PERKI dr Ade Meidian Ambari SpJP Subsp PRKv (K) PhD. (aff/adn)
Editor : A. Nugroho