Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Dinkes Kota Malang Catat 529 Orang Teridentifikasi Terkena DBD

Mahmudan • Senin, 1 September 2025 | 17:23 WIB
Ilustrasi.
Ilustrasi.

MALANG KOTA – Anda sebaiknya meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Dalam kurun tujuh bulan, Januari-Juli lalu, dinas kesehatan (dinkes) Kota Malang mencatat 529 kasus akibat gigitan nyamuk aedes aegypti dan aedes albopictus itu.

Jumlah tersebut hampir menyentuh angka DBD sepanjang 2024 lalu, yakni 777 penderita. Empat di antaranya meninggal dunia. "Untuk data Agustus akan didata setelah lewat bulan tersebut," ujar Kepala Dinkes Kota Malang Husnul Muarif kemarin.

Untuk mencegah peningkatan kasus DBD, Husnul menyampaikan beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan oleh masyarakat. Pertama, menerapkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Menurut Husnul, langka PSN tidak dilakukan secara rutin oleh masyarakat. Perlu peningkatan kesadaran terhadap pola penanganan tersebut.

"Kalau rutin dilaksanakan, kasus DBD bisa berkurang. Selain itu ya dengan 3M plus, bisa ditambah kelambu, obat pengusir nyamuk atau abate,” beber pejabat eselon II B Pemkot Malang itu.

Husnul mengimbau masyarakat segera memeriksakan diri ke dokter jika merasakan gejala seperti DBD. Dengan penanganan sejak dini, diharapkan penyakit DBD bisa disembuhkan dan bisa segera dilakukan penanganan di lokasi pasien.

"Ketika mengalami gejala demam dan sakit atau nyeri otot, bisa segera mengakses layanan kesehatan. Baik di Puskesmas, klinik, ataupun dokter praktik mandiri, sehingga bisa tertangani dengan lebih baik,” katanya.

Terkait langkah yang dilakukan dinkes, pihaknya menggencarkan survei ke lingkungan masyarakat. Tujuannya untuk memetakan wilayah yang rawan DBD. Indikasinya terlihat dari keberadaan jentik-jentik nyamuk.

Dalam survei tersebut, dia melanjutkan, mereka mencari lokasi-lokasi yang berpotensi menjadi tempat perkembangan nyamuk aedes aegypti. Seperti genangan air yang bisa digunakan nyamuk untuk bertelur dan berkembang menjadi larva, pupa, dan nyamuk dewasa. Husnul menargetkan angka bebas jentik minimal 95 persen. Jika di bawah angka tersebut, masih memungkinkan menjadi sarang nyamuk aedes aegypti. (adk/dan)

Editor : A. Nugroho
#DBD #PSN #Kota Malang #dinkes #Pemkot