RADAR MALANG - Banyak mahasiswa di Malang sering melewatkan sarapan. Alasannya macam-macam, mulai dari bangun kesiangan, buru-buru ke kampus, sampai ingin menghemat uang jajan. Padahal, sarapan seharusnya jadi momen penting untuk mengisi energi setelah tubuh berpuasa semalaman. Kalau kebiasaan ini dilakukan terus-menerus, kesehatan bisa terganggu dan tubuh malah jadi mudah lelah.
Ketika pagi datang, tubuh butuh asupan nutrisi sebagai bahan bakar aktivitas seharian. Tapi kalau sarapan dilewati, otomatis tubuh akan tetap berada dalam kondisi puasa. Akibatnya, energi menurun, otak terasa berat, dan semangat belajar di kelas jadi berkurang.
Berikut ini beberapa risiko yang bisa terjadi pada tubuh jika sering melewatkan sarapan:
1. Kelelahan
Setelah puasa semalaman, tubuh butuh asupan energi. Kalau sarapan dilewatkan, tubuh seperti dipaksa puasa lebih lama. Akibatnya, tubuh terasa lemas dan otak sulit fokus. Kondisi ini sering disebut brain fog, di mana konsentrasi menurun saat perkuliahan.
2. Hormon Terganggu
Terlalu lama tidak makan bisa menurunkan kadar gula darah dan memengaruhi hormon kortisol. Hormon ini berhubungan dengan stres, suasana hati, hingga cara tubuh merespons aktivitas sehari-hari. Jika terganggu, mahasiswa bisa jadi lebih mudah cemas dan cepat bad mood.
3. Metabolisme Melambat
Metabolisme yang normal membantu tubuh membakar kalori dengan baik. Namun, jika sarapan dilewatkan, metabolisme melambat untuk menghemat energi. Hal ini justru membuat proses diet jadi lebih sulit karena tubuh menahan kalori lebih banyak.
4. Mood Swing
Gula darah rendah di pagi hari dapat memicu emosi tidak stabil. Melewatkan sarapan bisa membuat suasana hati naik turun, gampang tersinggung, hingga sulit konsentrasi saat belajar atau mengerjakan tugas.
5. Ngidam Makanan Kurang Sehat
Ketika energi menurun, tubuh akan mencari cara instan untuk mengembalikannya. Biasanya, makanan tinggi gula atau cepat saji jadi pilihan utama. Padahal, jenis makanan ini minim nutrisi dan justru bisa memicu masalah kesehatan baru.
6. Risiko Masalah Jantung Meningkat
Penelitian menunjukkan bahwa skip sarapan berkaitan dengan meningkatnya risiko penyakit jantung. Hal ini dipengaruhi kadar gula darah yang tidak stabil, kebiasaan makan berlebihan di kemudian hari, serta gaya hidup yang kurang sehat.
Jadi, meskipun terlihat sepele, skip sarapan bukanlah pilihan bijak, apalagi buat mahasiswa Malang yang aktivitasnya padat dari pagi sampai malam. Lebih baik luangkan waktu sebentar untuk sarapan sederhana daripada harus menanggung risiko kesehatan di kemudian hari. (bal)
Editor : A. Nugroho