MALANG KOTA – Kemunculan kasus penyakit campak kembali terjadi di Kota Malang. Dari catatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang hingga 12 September, ada sembilan warga yang positif terjangkit. Mereka berasal dari tiga wilayah, yakni Kelurahan Arjowinangun, Bumiayu, dan Kotalama.
Kepala Dinkes Kota Malang dr Husnul Muarif menjelaskan, awalnya hanya ada lima warga yang dilaporkan positif campak. Mereka berasal dari Arjowinangun dan Bumiayu. Namun, beberapa hari berselang muncul laporan baru empat kasus dari Kotalama. ”Kondisi mereka relatif baik dan saat ini terus dalam pemantauan puskesmas,” kata Husnul.
Selain sembilan kasus positif, dinkes juga mengawasi 146 warga yang masuk kategori suspek. Penularan diduga terjadi melalui kontak erat, baik di lingkungan sekolah maupun keluarga. Meski demikian, Husnul menegaskan masyarakat tidak perlu panik.
”Umumnya, pasien bisa sembuh hanya dengan istirahat cukup dan asupan gizi memadai. Waktu pemulihan rata-rata sekitar dua pekan,” terang mantan Direktur RSUD Kota Malang itu.
Menurut catatan dinkes, kasus campak bukan hal baru. Tahun lalu, jumlahnya bahkan mencapai sekitar 70 kasus. Meski kerap dianggap ringan, campak tetap harus diwaspadai karena bisa menimbulkan komplikasi serius. Mulai diare, radang paru-paru, radang otak, hingga berisiko menyebabkan kebutaan, gizi buruk, bahkan kematian.
Karena itu, langkah pencegahan terus diperkuat. Dinkes gencar melaksanakan program imunisasi dasar lengkap (IDL), termasuk vaksin campak. ”Kami rutin jemput bola agar tidak ada anak yang sama sekali belum pernah mendapat imunisasi. Targetnya zero dose,” ujar Kepala Bidang P2P Dinkes Kota Malang Meifta Eti Winindar.
Meifta juga mengimbau para orang tua tidak perlu khawatir terhadap Kejadian Ikutan Pasca-imunisasi (KIPI). Gejala seperti nyeri, bengkak, demam, atau sakit kepala bisa diatasi dengan obat penurun panas. ”Jika dalam dua hari tidak reda, segera bawa anak ke puskesmas untuk penanganan lebih lanjut,” tambah pejabat eselon III B Pemkot Malang itu.
Dengan pola pengawasan pasien, penanganan cepat di tingkat puskesmas, dan cakupan imunisasi yang ditingkatkan, dinkes berharap tren kasus campak di Malang segera menurun. Namun disiplin masyarakat tetap menjadi kunci agar penyakit menular ini tidak meluas. (mel/adn)
Editor : A. Nugroho