MALANG KOTA – Ancaman rabies terhadap hewan peliharaan seperti kucing dan anjing masih menjadi perhatian pemerintah. Bersamaan peringatan Hari Rabies Sedunia kemarin (28/9), Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang melakukan vaksinasi. Ada 150 hewan peliharaan yang divaksin, sedangkan 60 hewan di-sterilisasi atau kastrasi.
”Kegiatan ini dilakukan dalam rangka Hari Rabies Sedunia atau World Health Rabies Day yang diperingati setiap 28 September," ujar Kepala Dispangtan Kota Malang Slamet Husnan Hariadi kemarin.
Untuk pelaksanaannya dibagi menjadi dua tahap yakni vaksinasi rabies pada 22-26 September lalu. Dilanjutkan sterilisasi atau kastrasi kemarin (28/9). Untuk mengikuti kegiatan-kegiatan tersebut, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Di antaranya, kondisi hewan sehat. Persyaratan lainnya tidak hamil bagi hewan yang mengikuti vaksinasi rabies dan testis sudah dalam kondisi turun untuk hewan yang mengikuti kastrasi.
Jika sudah memenuhi syarat, pemilik hewan bisa mendaftar ke dispangtan. Lalu pada hari pelaksanaan, hewan juga diperiksa terlebih dulu untuk memastikan kesehatannya. "Ada pula yang tidak boleh ikut karena sedang panas. Yang dibolehkan adalah hewan dengan suhu tubuh di bawah 37 derajat celcius," imbuh pejabat eselon II B Pemkot Malang itu.
Menurut Slamet, vaksinasi dilakukan untuk mencegah hewan peliharaan, baik kucing maupun anjing terpapar dari rabies. Selain itu, juga agar tidak terjadi penularan ke manusia. Sementara kastrasi menekan jumlah kucing liar.
Faricha Nur Maulana, salah seorang pemilik hewan menjelaskan kalau dia membawa kucing jantan miliknya. Kucing jantan Faricha bernama Kiki. Usianya sudah 6 tahun."Saya daftar untuk ikut vaksinasi dan kastrasi. Kebetulan kan pelaksanaannya gratis dalam rangka Hari Rabies Sedunia," ucap Faricha.
Dia mengaku senang setelah kucingnya mendapat vaksin rabies gratis. Selain itu, kucing miliknya diikutkan kastrasi agar tidak mengawini kucing betina sembarangan. Sebelum pelaksanaan, Faricha memastikan kondisi kucing miliknya sehat. Mulai dari suhu tubuh hingga psikologis kucing agar tidak stres. (mel/dan)
Editor : A. Nugroho