MALANG KOTA - Jumlah penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masih cukup tinggi. Dari Januari sampai September lalu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang mencatat ada 8.990 ribu penderita. Warga dari berbagai kategori usia masuk dalam rekapitulasi itu.
Warga kategori usia 5 sampai 9 tahun sebanyak 1.311 orang. Kemudian pada kelompok usia 10 sampai 18 tahun jumlahnya 1.618 orang. Lalu usia 19 sampai 59 tahun sebanyak 4.598 orang, dan usia 60 tahun ke atas ada 1.463 orang.
Secara jumlah, penderita ISPA di Kota Malang sebenarnya cenderung menurun dibanding 2024. Sebab, saat itu tercatat ada 10.048 penderita dari kategori usia 5 sampai 9 tahun. Selain itu ada 36.647 warga usia 9 sampai 60 tahun yang masuk rekap. Selanjutnya ada 7.885 warga lansia yang mengidapnya.
Meski ada penurunan, Kepala Dinkes Kota Malang dr Husnul tetap meminta warga agar waspada. Sebab, secara nasional terdapat peningkatan kasus ISPA. ”Di Kota Malang sendiri selalu ditemukan kasus setiap bulannya. Namun cenderung stagnan,” terang dia.
Namun Husnul khawatir jika ada orang yang bepergian ke daerah lain dengan kasus ISPA yang tinggi, itu bisa menulari keluarga di Kota Malang. Sehingga dia meminta warga mewaspadai gejala ISPA. ”Gejalanya seperti tenggorokan sakit, bersin, dan batuk,” jelas Husnul.
Dia melanjutkan, bagi warga yang sudah terjangkit ISPA, wajib menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Pola hidup itu seperti menggunakan masker. Lalu mengonsumsi makanan bergizi, cuci tangan, dan istirahat cukup. (mel/by)
Editor : A. Nugroho