Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

32 Siswa di MTs Al Khalifah Terdampak MBG Jalani Perawatan di Rumah

Galih R Prasetyo • Senin, 27 Oktober 2025 | 21:43 WIB
FOTO:HUMAS POLRES MALANG/RADAR KANJURUHAN
FOTO:HUMAS POLRES MALANG/RADAR KANJURUHAN

KEPANJEN - Jumlah siswa MTs Al Khalifah yang dirawat di rumah sakit setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) terus berkurang. Hingga kemarin (26/10) tinggal satu orang siswa yang masih butuh perawatan. Sedangkan 32 lainnya menjalani proses pemulihan di rumah masing-masing.

”Satu anak (siswa) masih dirawat karena mengalami sakit typhoid/typhus,” kata Sub Koordinator Humas dan Pemasaran RSUD Kanjuruhan Lukito Condro. Menurutnya siswa yang menjalani pemulihan di rumah setelah menunjukkan kondisi yang baik. Namun Condro enggan membeberkan apakah typus yang dialami pasien tersebut  efek dari konsumsi MBG.

Di tempat yang berbeda, Kasi Humas Polres Malang AKP Bambang Subinanjar membenarkan kondisi siswa yang dirawat akibat mengonsumsi MBG tersebut. Informasi terakhir yang pihaknya dapatkan hampir seluruh korban telah pulih dan diperbolehkan pulang. ”Itu informasi yang kami dapat pada Sabtu (25/10) lalu pukul 09.00 pagi,” kata Bambang.

Bambang menjelaskan, dari total 35 korban (33 siswa dan 2 guru) dugaan keracunan MBG yang menjalani perawatan di berbagai fasilitas kesehatan. Hanya satu siswa yang masih dirawat di RSUD Kanjuruhan, Kepanjen. Kemudian satu siswa lainnya sudah diperbolehkan pulang setelah dilakukan observasi di Klinik Tamba Lara pada Sabtu (25/10) pukul 08.40 WIB.

Bambang menambahkan, penanganan kasus dugaan keracunan makanan dilakukan secara menyeluruh. Pihaknya juga melibatkan sejumlah instansi-instansi terkait. Dia  memastikan penyelidikan dari kepolisian masih terus berproses. ”Tim Satreskrim Polres Malang juga telah meminta keterangan dari pihak terkait untuk memastikan penyebab dan prosedur distribusi makanan bergizi tersebut,” tambah bambang.

Sementara itu, Badan Gizi Nasional (BGN) tetap menghentikan sementara operasional dapur SPPG Malang Kepanjen Mangunrejo. Penutupan masih terus dilakukan hingga hasil pemeriksaan laboratorium dari Dinas Kesehatan dan BPOM keluar. “Termasuk juga penyempurnaan SOP sesuai standar BGN,” jelas Bambang.

Sementara itu Wakil Kepala Sekolah (Waka) MTs Al Khalifah Bidang Kurikulum Beta Tri Wicaksono menerangkan, kondisi sebagian besar siswa dam guru yang mengalami keracunan sudah mulai membaik sejak Jumat (24/10) hingga kemarin (26/10). Saat ini pihak sekolah masih harus menyelesaikan dampak lanjutan dari insiden dari kasus tersebut. Salah satunya adalah mengembalikan rasa kepercayaan wali murid. ”Kemudian juga meningkatkan SOP dan pengecekan sebelum menerima manfaaat (MBG),” pungkas Tri. (yad/gp)

 

Editor : A. Nugroho
#BGN #Mbg #keracunan