Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Bukti Inovasi Pegawai RSUD Dr Saiful Anwar Tak Pernah Mandek

Aditya Novrian • Rabu, 12 November 2025 | 18:46 WIB
DERETAN PEMENANG: Lima Tim yang menjadi pemenang Inochia 2025 foto bersama jajaran manajemen RSSA dan tim juri kemarin (11/11).
DERETAN PEMENANG: Lima Tim yang menjadi pemenang Inochia 2025 foto bersama jajaran manajemen RSSA dan tim juri kemarin (11/11).

MALANG KOTA – RSUD Dr Saiful Anwar (RSSA) Malang kembali menggelar ajang Innovation of Civitas Hospitalia (Inocha) 2025. Kompetisi inovasi dalam rangka perayaan Hari Kesehatan Nasional (HKN) Ke-61 dan HUT Ke-46 RSSA itu memasuki tahun ketiga dan diikuti 71 tim dari berbagai instalasi.

Setelah melalui tahapan seleksi sejak Juli, hanya lima tim yang melangkah ke final di Ruang Majapahit Lantai 3 RSSA pada Senin (11/11). Direktur RSSA Dr dr M Bachtiar Budianto SpB Subsp Onk (K) FINACS FICS menjelaskan, Inocha tahun ini mengusung tema Quality-Driven Innovation: Sustainable, Effective and Efficient.

Seluruh peserta melewati tahapan workshop, perencanaan, presentasi, hingga implementasi inovasi. ”Dari 71 tim mengerucut menjadi 60, lalu 20, hingga lima tim terbaik,” ujarnya. Bachtiar menyebut beberapa inovasi mulai memanfaatkan teknologi artificial intelligence (AI) yang disesuaikan dengan kebutuhan pasien dan rumah sakit.

JUARA PERTAMA: Direktur RSSA Dr dr M Bachtiar Budianto, Sp.B, Sub.Sp Onk(K), FINACS, FICS, MMRS (kanan) menyerahkan piagam juara pertama kepada tim dari Intalasi Penyeharan Lingkungan.
JUARA PERTAMA: Direktur RSSA Dr dr M Bachtiar Budianto, Sp.B, Sub.Sp Onk(K), FINACS, FICS, MMRS (kanan) menyerahkan piagam juara pertama kepada tim dari Intalasi Penyeharan Lingkungan.

Salah satu inovasi yang menonjol datang dari Instalasi Penyehatan Lingkungan melalui program Pandora, pengelolaan ulang air Reverse Osmosis (RO) dari mesin hemodialisa. Air hasil penyaringan itu bukan limbah medis, sehingga diolah kembali untuk mencuci, menyiram toilet, dan tanaman.

”Inovasi ini bisa mendukung konsep green hospital,” terang Bachtiar. Doutti Shoshihandra, Penanggung Jawab K3 Instalasi Penyehatan Lingkungan RSSA menambahkan, sekitar 70 persen dari 1.600 meter kubik air RO selama ini terbuang percuma.

”Dengan inovasi ini, RSSA bisa menghemat Rp 19 juta dari tagihan air Rp 152 juta per bulan,” jelasnya. Bachtiar menegaskan, hasil inovasi yang terbukti efektif akan diterapkan di seluruh instalasi dan bisa diikutkan ke tingkat provinsi maupun nasional.

”Beberapa inovasi sebelumnya sudah dimanfaatkan, seperti perangsang ASI dan percepatan penyediaan obat kemoterapi,” tambahnya. Inocha 2025 menjadi bukti semangat inovasi di RSSA terus tumbuh, menghasilkan ide-ide yang efisien, berkelanjutan, dan bermanfaat bagi pelayanan kesehatan. (mel/adn)

Editor : A. Nugroho
#AI #ro #RSUD Dr Saiful Anwar (RSSA) #malang