Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Di Tengah Tren Minuman Manis yang Merajalela Ini Langkah Mengurangi Gula agar Anak Muda Tidak Kena Diabetes

A. Nugroho • Rabu, 3 Desember 2025 | 20:10 WIB
AWAS: kurangi gula untuk hidup sehat.
AWAS: kurangi gula untuk hidup sehat.

RADAR MALANG - Di tengah gaya hidup serba cepat, konsumsi gula berlebih menjadi salah satu masalah terbesar bagi anak muda saat ini. Minuman manis, kopi susu kekinian, hingga camilan tinggi gula begitu mudah ditemukan dan sering kali dianggap sebagai teman sehari-hari. Padahal, jika dibiarkan terus menerus, kebiasaan ini bisa memicu risiko diabetes di usia muda, sebuah kondisi yang kini semakin banyak terjadi.

Mengurangi gula bukan berarti hidup jadi hambar. Justru, ini adalah langkah penting untuk menjaga tubuh tetap bertenaga dan pikiran tetap fokus. Dengan mengenali sumber gula tersembunyi dan memilih alternatif yang lebih sehat, anak muda bisa tetap menikmati makanan favorit tanpa harus mengorbankan kesehatan di masa depan.

 

 

Bukan rahasia kalau minuman manis adalah penyumbang gula terbesar, terutama bagi generasi muda. Mulai dari boba, kopi susu, hingga teh kemasan, semuanya mengandung gula tambahan yang cukup tinggi. Cara termudah untuk mengurangi asupan gula adalah menguranginya perlahan, misalnya, dari setiap hari menjadi 3 kali seminggu, lalu seminggu sekali.

Kalaupun ingin minum, pilih versi less sugar atau tanpa gula tambahan. Anda juga bisa mengganti minuman manis dengan infused water atau teh tanpa gula. Dengan membiasakan lidah pada rasa yang lebih natural, tubuh akan mengikuti dan secara otomatis mengurangi craving terhadap gula.

 

 

Banyak anak muda tidak sadar bahwa makanan kemasan seperti sereal, roti tawar, yogurt, granola bar, bahkan saus sambal dan saus tomat mengandung gula tambahan. Jika tidak teliti membaca label, konsumsi gula bisa melonjak tanpa disadari.

Mulailah membiasakan diri membaca daftar komposisi. Hindari produk dengan gula, corn syrup, atau fruktosa tinggi di tiga bahan teratas. Pilih makanan yang lebih alami tanpa tambahan gula. Cara kecil ini cukup signifikan untuk mengurangi risiko diabetes di kemudian hari.

 

 

Camilan manis memang menggoda, apalagi saat kerja, kuliah, atau lembur tugas. Namun, konsumsi berlebih bisa berdampak buruk bagi kadar gula darah. Cobalah mengganti camilan tinggi gula dengan makanan yang lebih sehat seperti buah segar, kacang-kacangan, yogurt plain dengan sedikit madu, atau dark chocolate.

Selain lebih rendah gula, makanan ini juga memberi rasa kenyang lebih lama dan membantu menjaga energi stabil sepanjang hari. Lama-kelamaan, tubuh akan terbiasa dan craving terhadap camilan manis bisa berkurang dengan sendirinya.

 

 

Banyak masakan rumahan tanpa kita sadari juga menggunakan gula cukup banyak, contohnya tumisan, sambal, atau marinasi daging. Cobalah kurangi sedikit demi sedikit takarannya. Perlahan, lidah akan terbiasa dengan rasa yang lebih natural dan tetap enak.

Jika ingin rasa manis, gunakan pemanis alami dalam jumlah kecil seperti madu, kurma, atau stevia. Mengurangi gula dalam masakan harian adalah cara paling efektif dan berkelanjutan untuk menjaga asupan tetap aman.

 

 

Mengonsumsi serat membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil karena memperlambat penyerapan gula. Sayur hijau, buah kaya serat, oat, chia seed, dan kacang-kacangan adalah pilihan yang baik. Selain itu, perbanyak minum air putih untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi, karena sering kali rasa haus disalahartikan sebagai rasa lapar atau ingin yang manis-manis.

Dengan kombinasi pola makan berserat, hidrasi yang cukup, dan pengurangan gula, anak muda bisa terhindar dari diabetes sekaligus meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.

Gaya hidup sehat bukan hanya untuk orang tua, anak muda pun perlu lebih sadar akan risiko diabetes yang kini semakin banyak menyerang rentang usia produktif. Pola konsumsi gula berlebih mungkin terasa biasa, tetapi dampaknya bisa sangat serius dalam jangka panjang. Mulai sekarang, menjaga asupan gula bukan hanya pilihan, melainkan kebutuhan.

Dengan langkah-langkah kecil seperti memilih minuman tanpa gula, membaca label makanan, hingga mengganti camilan, setiap orang bisa mengurangi risiko diabetes secara signifikan. Tidak perlu perubahan drastis, yang penting konsisten. Sehat itu investasi, dan tubuh Anda akan berterima kasih kelak. (fr)

Editor : A. Nugroho
#diabetes #Kesehatan #malang