Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Yayasan Jantung Indonesia Cabang Malang Raya Siapkan Layanan Skrining Jantung untuk Anak-Anak

Aditya Novrian • Senin, 15 Desember 2025 | 18:58 WIB
CEK KESEHATAN: Petugas Puskesmas Singosari memeriksa tekanan darah para santriwati di salah satu ponpes bulan lalu.
CEK KESEHATAN: Petugas Puskesmas Singosari memeriksa tekanan darah para santriwati di salah satu ponpes bulan lalu.

KEPANJEN – Penyakit jantung masih menjadi persoalan kesehatan serius. Data RSUD Kanjuruhan menunjukkan, sepanjang 2024 jumlah pasien yang menjalani pengobatan di poli jantung mencapai sekitar 9.000 orang. Angka tersebut menggambarkan tingginya beban penyakit jantung baik pada kelompok usia dewasa maupun usia muda.

Dari ribuan pasien tersebut, terdapat tiga jenis penyakit jantung dengan jumlah penderita terbanyak. Yakni gagal jantung sebanyak sekitar 4.000 pasien, hipertensi 2.600 pasien, serta jantung koroner mencapai 1.700 pasien. Data itu menunjukkan bahwa penyakit kardiovaskular masih mendominasi kunjungan pasien ke layanan spesialis.

Melihat kondisi tersebut, Ketua Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang Malang Raya Hanik Dwi Martya menegaskan bahwa penyakit jantung tidak hanya menyerang orang dewasa.

Anak-anak dan remaja juga berpotensi mengalami gangguan jantung, terutama yang berkaitan dengan penyakit jantung bawaan. Karena itu, YJI berencana melakukan skrining penyakit jantung pada anak usia sekolah.

”Tahun depan kami menargetkan skrining untuk sekitar 2.000 siswa SMP hingga SMA di seluruh Malang Raya,” ujar Hanik. Skrining tersebut akan diprioritaskan di wilayah dengan angka stunting tinggi. Menurutnya, stunting memiliki keterkaitan dengan munculnya penyakit jantung bawaan pada anak.

Ia mencontohkan kasus balita berusia 2,5 tahun asal Desa Ngajum, Kecamatan Ngajum, yang teridentifikasi memiliki penyakit jantung bawaan.

Kasus tersebut terungkap saat kunjungan kerja Tim Penggerak PKK Kabupaten Malang beberapa waktu lalu. Balita tersebut mengalami stunting dengan berat badan di bawah 7 kilogram dan kerap keluar-masuk rumah sakit.

Hanik menyampaikan, pelaksanaan skrining akan melibatkan dokter jantung dan dikoordinasikan dengan pemerintah daerah di Malang Raya. Melalui deteksi dini, diharapkan penyakit jantung dapat diketahui lebih awal sehingga penanganannya lebih optimal, terutama bagi pasien dari keluarga pra sejahtera.

Selain itu, YJI juga mengajak peran aktif kader kesehatan di tingkat desa dan kelurahan. Kader diharapkan dapat melaporkan jika menemukan warga dengan gejala penyakit jantung agar segera mendapat pendampingan. ”Kami akan meneruskan ke rumah sakit atau dokter jantung yang bekerja sama dengan YJI,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang drg Wiyanto Wijoyo menambahkan, saat ini juga menjalankan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sesuai arahan pemerintah pusat. Dalam program tersebut, deteksi dini penyakit jantung menjadi salah satu fokus melalui pemeriksaan tekanan darah dan indikator kesehatan lainnya.

”Jika ditemukan gejala yang mengarah ke penyakit jantung, akan kami tindak lanjuti dengan rujukan ke rumah sakit,” ujar Wiyanto. Apabila pasien membutuhkan pendampingan pembiayaan, pihaknya membuka peluang kerja sama dengan YJI, mulai dari pengobatan hingga akomodasi selama perawatan. (yun/adn)

Editor : A. Nugroho
#yji #penyakit jantung #malang #CKG