MALANG KOTA – Sebanyak 154 anak menjalani skrining kesehatan ginjal di gedung Malang Creative Center (MCC) kemarin. Skrining yang digelar oleh Ginji Community dilandasi banyaknya anak-anak yang menderita ginjal, sehingga perlu deteksi dini.
Inisiator skrining ginjal gratis, Dr dr Astrid Kristina Kardani SpA Subsp Nefro(K) M Biomed memaparkan, kondisi anak yang menjalani pemeriksaan kesehatan ginjal beragam. "Ada yang dari awal sudah mengalami penyakit ginjal, yaitu 128 anak. Sisanya 26 anak dalam kondisi sehat,” sebut Astrid di sela kegiatan.
Astrid melanjutkan, skrining ginjal juga penting dilakukan pada anak-anak yang dalam kondisi sehat. Sebab, gejala penyakit ginjal sering kali tidak disadari. Salah satu gejalanya berupa hipertensi. "Secara teori, 80-85 persen kasus hipertensi pada anak disebabkan oleh kelainan ginjal," jelasnya.
Sementara itu, pemeriksaan tekanan darah pada anak sebagai bagian upaya deteksi dini adanya penyakit ginjal masih belum rutin dilakukan di banyak fasilitas kesehatan. Oleh karena itu, pihaknya mendorong skrining ginjal pada anak agar semakin sering dilakukan.
Bentuk skrining dilakukan secara sederhana. Meliputi pengukuran tekanan darah dan pemeriksaan urine. Dalam melakukan skrining ginjal di MCC, ada sembilan perawat yang dilibatkan.
Mereka di awasi langsung oleh dua dokter spesialis yakni dr Ardityo Rahmat Ardhany SpPD-KGH dan dr Setya Mithra Hartiastuti SpA(K) MSi Med. "Pada anak yang tampak sehat, dugaan gangguan ginjal dapat muncul bila tekanan darahnya lebih tinggi dari nilai normal sesuai usia dan jenis kelamin," ucap Astrid.
Selain itu, terlihat dari kondisi urine. Jika pada urine terdapat protein, darah, nitrit, sel darah putih, maka anak akan dirujuk ke rumah sakit untuk mendapat diagnosis yang lebih pasti.
Astrid menjelaskan, penyakit ginjal dan saluran kemih pada anak memiliki spektrum yang luas, mulai dari gangguan ringan hingga kondisi berat yang memerlukan cuci darah. "Kasus gagal ginjal kronis pada anak yang sampai membutuhkan cuci darah jumlahnya tidak sebanyak dewasa," ungkap Astrid.
Pada anak, penyebab didominasi kelainan bawaan pada ginjal dan saluran kemih, serta radang ginjal kronis. Selain lewat skrining gratis, pihaknya juga meningkatkan kesadaran tentang pentingnya menjaga kesehatan ginjal anak melalui perlombaan di MCC kemarin.
Antara lain lomba poster edukatif, video pendek, foto tematik, dan scrap book serta story telling yang seluruhnya mengambil tema soal edukasi kesehatan ginjal. Pesertanya kebanyakan dari anak-anak yang hadir.
Upaya edukasi juga dilakukan melalui Ginji Community. Komunitas yang terbentuk sejak Oktober 2023 itu menjadi ruang berbagi dan pendampingan untuk anak-anak yang mengalami penyakit ginjal maupun anak-anak yang sehat. (mel/dan)
Editor : A. Nugroho