Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Cegah Stunting pada Anak, Lakukan Hal Ini saat Anda Hamil!

Aditya Novrian • Rabu, 28 Januari 2026 | 16:00 WIB
Ilustrasi Ibu Hamil (freepik)
Ilustrasi Ibu Hamil (freepik)

KESEHATAN- Ibu memiliki peran untuk mencegah kondisi stunting pada anak. Hal ini dapat dimulai saat masa kehamilan.

Menurut Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), kasus stunting di Indonesia berhasil menurun 19,8% dalam 5 tahun terakhir (2019-2024). Namun, terjadi kesenjangan antarprovinsi. Bali memiliki angka paling rendah, yaitu 8,6%. Sedangkan di NTT, angka stunting mencapai 37%. Hal ini menjadi tantangan bagi pemerintah setempat.

Melansir dari Kemenkes, stunting merupakan keadaan yang membuat tinggi anak lebih rendah dari rata-rata usianya akibat kurangnya nutrisi dalam jangka waktu yang lama. Hal ini dapat terjadi saat anak dalam kandungan data pada saat masa pertumbuhan.

Pencegahan stunting dilakukan pada 1000 hari pertama kehidupan manusia karena hal tersebut merupakan periode emas untuk mengoptimalkan pertumbuhan.

Berikut Langkah Pencegahan Stunting saat Hamil

  1. Rutin Melakukan Pemeriksaan

Pemeriksaan kehamilan sangat penting dilakukan untuk melihat perkembangan janin. Hal ini direkomendasikan oleh Kementerian Kesehatan RI. Ibu hamil sebaiknya rutin periksa minimal enam kali selama masa kehamilan.

  1. Pemenuhan Nutrisi

Pertumbuhan janin memerlukan asupan nutrisi agar dapat tumbuh secara optimal. Para ibu hamil dianjurkan mengonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang, seperti protein hewani yang berupa ikan, telur, ayam, dan daging. Kemudian serat dan vitamin yang terkandung dalam buah dan sayuran. Selain itu, susu yang kaya akan kalsium dan biji-bijian yang mengandung lemak sehat juga memiliki manfaat yang baik bagi perkembangan janin.

  1. Mengonsumsi Suplemen

Selain menjaga makan, suplemen juga penting bagi pertumbuhan janin. Kemenkes menyarankan untuk mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) setiap hari selama masa kehamilan. Pastikan kandungan TTD sedikitnya berisi 60 mg zat besi dan 400 microgram asam folat.

  1. Hindari Rokok

Rokok mengandung zat kimia berbahaya, seperti karbon monoksida yang dapat menghambat aliran oksigen dan asupan nutrisi pada janin. Selain itu, asap rokok juga dapat menyebabkan risiko anak terlahir prematur hingga mengalami stunting. Oleh karena itu, para ibu hamil wajib menghindari paparan dari asap rokok.

  1. Olahraga Ringan

Melansir dari Alodokter, ibu hamil memerlukan olahraga ringan yang tidak memberikan tekanan pada perut, seperti jalan santai, berenang, yoga, dan pilates. Hal tersebut sangat bermanfaat karena dapat meringankan rasa sakit, meningkatkan kebugaran tubuh, serta dapat membantu kelancaram proses melahirkan.

Ibu hamil dapat menerapkan lima langkah di atas untuk membantu mencegah stunting sejak dalam masa kandungan.

Perjuangan ibu berlanjut setelah anak lahir karena menjaga asupan nutrisi anak setelah lahir juga tak kalah penting.

 

Penulis: Marsha Nathaniela

 

Editor : Aditya Novrian
#Stunting #ibu hamil