Kesehatan – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) kembali mengalami peningkatan. Kondisi ini menjadi perhatian yang serius bagi masyarakat, ditengah cuaca yang kerap berubah serta intensitas hujan yang masih terbilang cukup tinggi dalam beberapa waktu terakhir.
Demam Berdarah Dengue (DBD) pada umumnya disebabkan oleh virus dengue yang menyebar melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Jika tidak ditangani secara cepat dan tepat, penyakit ini dapat berkembang menimbulkan kondisi yang membahayakan nyawa. Hal ini membuktikan bahwa penyakit DBD tidak bisa dipandang hanya sebelah mata. Meski awalnya hanya menimbulkan gejala yang ringan, penyakit ini dapat berkembang menjadi parah dan berisiko menyebabkan kematian.
Data Dinas Kesehatan Kota Malang menunjukkan bahwa adanya lima kasus kematian akibat DBD sepanjang tahun 2025, yang merupakan angka tertinggi dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. Situasi ini menjadikan sebuah tantangan yang cukup serius bagi pemerintah daerah, khususnya dalam upaya pengendalian dan pencegahan penyebaran DBD. Kondisi ini menuntut perhatian bersama, baik dari pemerintah maupun masyarakat. Mengenali gejala sejak awal dan melakukan pencegahan secara rutin menjadi langkah penting agar kasus DBD tidak terus bertambah.
Gejala DBD umumnya ditandai dengan beberapa kondisi berikut:
- Demam Tinggi
Demam memang sering muncul pada berbagai gangguan kesehatan. Namun, demam yang datang secara mendadak perlu diwaspadai karena bisa menjadi tanda awal DBD. Ciri khasnya, suhu tubuh penderita dapat meningkat hingga mencapai 40 derajat Celsius dan tidak disertai keluhan lain seperti pilek, hidung tersumbat, maupun batuk. Demam ini umumnya berlangsung selama dua hingga tujuh hari.
- Nyeri Otot dan Sendi
Selain demam, penderita DBD pada umumnya mengalami rasa nyeri di beberapa bagian tubuh, seperti otot, tulang, sendi, hingga area belakang mata. Rasa nyeri ini sering disertai keringat berlebih dan menggigil. Gejala tersebut biasanya muncul selama 4 hingga 10 hari sejak virus masuk ke dalam tubuh. Dalam banyak kasus, nyeri otot juga muncul bersamaan dengan sakit kepala dan demam tinggi.
- Tubuh Sering Merasa Lelah
Demam, nyeri otot, serta gangguan pencernaan pada penderita DBD sering kali menyebabkan penurunan nafsu makan. Kondisi tersebut membuat tubuh mudah lelah karena asupan nutrisi berkurang dan daya tahan tubuh ikut melemah.
- Sakit Kepala
Beberapa jam setelah demam muncul, penderita DBD biasanya mulai merasakan sakit kepala yang cukup hebat, terutama pada area dahi. Rasa sakit tersebut kerap disertai nyeri di bagian belakang mata, yang merupakan salah satu gejala DBD yang paling sering dialami.
- Mual dan Muntah
Gejala lain DBD yang dapat dialami baik oleh anak-anak maupun orang dewasa adalah mual dan muntah. Gangguan pada sistem pencernaan ini sering menimbulkan rasa tidak nyaman di bagian perut, bahkan terkadang menjalar hingga punggung. Keluhan tersebut biasanya muncul dalam rentang dua hingga empat hari setelah virus masuk ke dalam tubuh.
- Muncul Ruam dan Bintik Merah
Ruam kemerahan menjadi salah satu tanda DBD yang paling mudah dikenali. Ruam ini umumnya berwarna merah atau merah muda pucat dan muncul di area wajah, dada, tangan, serta kaki. Biasanya, ruam mulai terlihat pada hari ketiga dan dapat bertahan selama dua hingga tiga hari.
Jika mengalami gejala-gejala tersebut, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter. Pemeriksaan medis diperlukan untuk memastikan diagnosis dan mendapatkan penanganan yang tepat, sehingga risiko terjadinya komplikasi berbahaya dapat dihindari.
Upaya pencegahan DBD dapat dilakukan melalui gerakan 3M, antara lain:
- Menguras, yaitu membersihkan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember, dan vas bunga secara rutin untuk mencegah berkembangnya jentik nyamuk.
- Menutup, dengan menutup rapat seluruh wadah penyimpanan air agar nyamuk tidak dapat masuk dan bertelur.
- Mendaur ulang, yakni memanfaatkan kembali atau membuang barang bekas yang berpotensi menampung air hujan.
Dengan meningkatnya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD), kewaspadaan menjadi hal yang tidak bisa ditawar. Mengenali gejala sejak dini dan menerapkan langkah pencegahan secara konsisten merupakan upaya sederhana yang dapat dilakukan setiap orang. Kesadaran untuk menjaga kebersihan lingkungan dan kesehatan diri menjadi langkah penting agar penyebaran DBD dapat dikendalikan dan tidak semakin meluas.
Penulis : Anna Tasya Enzelina
Editor : Aditya Novrian