RADAR MALANG - Terdapat banyak orang yang mengeluhkan rasa kantuk yang melanda setelah menyantap hidangan berbuka puasa. Kondisi seperti ini tentu seringkali menganggu aktivitas ibadah di bulan Ramadhan, seperti sholat Tarawih, Tadarus Qur`an, Kajian Islam, dan lain sebagainya.
Akan tetapi apa yang menyebabkan rasa kantuk muncul ketika usai berbuka puasa? Tenang, dikutip dari Aipvogi.org dan Halodoc berikut beberapa penjelasan ilmiah di balik rasa kantuk setelah makan:
- Porsi Makanan yang Berlebihan
Rasa lapar yang begitu lama ditahan tentunya membuat anda untuk berpikir menyantap segalanya sebagai menu berbuka. Sehingga ketika anda diberikan porsi besar maka anda langsung melahap semuanya dalam waktu singkat.
Hal ini tentunya berujung membebani sistem pencernaan anda secara langsung. Sehingga tubuh akan mengalirkan lebih banyak darah ke lambung dan usus yang berakibat pada kondisi tubuh yang kekurangan pasokan darah serta oksigen ke otak untuk sementara waktu.
Kondisi ini dikenal sebagai food coma, yaitu kondisi kantuk berat akibat penurunan energi yang terjadi setelah makan terutama dalam porsi besar atau tinggi karbohidrat.
- Menu Makanan yang Rendah Protein dan Serat
Jika menu berbuka anda didominasi oleh makanan yang tinggi karbohidrat dan gula tanpa adanya protein serta serat yang memadai maka energi yang dihasilkan dari makanan itu akan bertahan sebentar. Hal ini bisa terjadi karena tubuh bereaksi cepat dalam mencerna makanan yang mengandung karbohidrat dan gula yang berlebih.
- Lonjakan dan Penuruan Gula Darah yang Cepat
Berdasarkan pada faktor kedua, yaitu makanan yang memiliki kandungan karbohidrat dan gula berlebih seperti gorengan , sup buah, kolak, dan kue manis akan menyebabkan gula darah naik dengan cepat.
Akan tetapi perlu digaris bawahi lonjakan gula darah ini hanya bersifat sementara, karena tubuh akan segera melepaskan insulin untuk menurunkannya kembali seperti kondisi ketika anda berpuasa. Lalu apa hasilnya jika gula darah tiba-tiba turun kembali? Dampaknya adalah gula darah akan naik turun drastic yang berakibat pada tubuh yang lemas serta mengantuk.
- Kurangnya Aktivitas Fisik dan Pola Tidur yang Berantakan
Kantuk menjadi lebih parah jika Anda tidak berolahraga selama puasa dan berbaring langsung setelah makan. Selain itu, ritme sirkadian tubuh terganggu selama bulan Ramadhan karena orang harus bangun untuk sahur dan sering tidur larut malam. Tubuh lebih rentan mengalami kelelahan ekstrim, terutama saat perut penuh, karena kurang tidur dan jam biologis yang tidak teratur.
Penulis: Satya Eka Pangestu
Editor : Aditya Novrian