Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Bulan Puasa Bukan Halangan, Dokter Tirta Papar Bukti Ilmiah Soal Olahraga di Bulan Puasa

Aditya Novrian • Jumat, 30 Januari 2026 | 14:55 WIB
FAKTA ILMIAH: Cek bukti ilmiah manfaat kegiatan olahraga di bulan puasa. (Freepik)
FAKTA ILMIAH: Cek bukti ilmiah manfaat kegiatan olahraga di bulan puasa. (Freepik)

RADAR MALANG - Selama bulan Ramadhan pastinya kamu memang diharuskan untuk menyesuaikan pola gaya hidup termasuk berolahraga. Pakar olahraga dan kesehatan yang telah berbicara dengan sejumlah ulama menegaskan bahwa meningkatkan amalan ibadah selama bulan suci adalah prioritas utama. Sehingga kelancaran ibadah puasa harus diutamakan daripada mengejar target latihan fisik. 

"Olahraga memang penting, tapi jangan sampai demi program olahrga puasanya justru dibatalkan itu sanga tidak boleh" tegas dr. Tirta. Jika kamu ingin tetap sehat, kami masih dapat melakukan olahraga ringan seperti lari. Namun, waktu yang digunakan dapat disesuaikan seperti bisa sebelum subuh atau saat ngabuburit. 

Waktu tersebut sangat tepat untuk mengurangi intensitasnya agar tidak menyebabkan hipoglikemia, yaitu kondisi gula darah sangat rendah yang berpotensi menyebabkan pinesan. Berolahraga tepat sebelum berbuka dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh (endurance).

Tubuh dapat beradaptasi dengan lebih baik saat berlatih dengan cadangan gula yang rendah. Namun, ini hanya untuk orang yang sudah terbiasa dengannya, dan tidak disarankan untuk memaksakan diri. 

Olahraga setelah sahur atau berbuka juga bisa dilakukan asalkan tidak berlebihan dan tetap cukup minum air. Namun, jika berolahraga terlalu malam waktu tidur bisa berkurang.

Khusus untuk tujuan membangun otot (bulking), bulan puasa dinilai kurang ideal. Fokus sebaiknya dialihkan ke sekadar mempertahankan massa otot (maintenance). Karena olahraga yang bertujuan membangun otot merupakan olahraga berlebih yang membutuhkan energi penuh sehingga berpotensi membatalkan puasa.

Dr. Tirta juga menganjurkan untuk tidak tidur kembali setelah sahur. Aktivitas seperti mengaji, zikir, atau olahraga ringan lebih disarankan untuk menjaga metabolisme dan ritme sirkadian tubuh tetap optimal selama bulan Ramadhan.

 

Penulis: Satya Eka Pangestu

Editor : Aditya Novrian
#Olahraga #bulan puasa #dr Tirta #bukti ilmiah