MALANG KOTA – Setelah teridentifikasi 7 kasus campak di Kota Malang, dinas kesehatan (dinkes) menyiapkan langkah antisipasi penyebaran. Salah satunya, menggelar Outbreak Response Immunization (ORI) atau program imunisasi masal darurat untuk menangani wabah. Total ada 32 ribu anak yang disasar dalam ORI yang berlangsung 2-6 Februari.
Kepala Dinkes Kota Malang dr Husnul Muarif mengatakan, kali ini ORI diselenggarakan karena ada campak. Penyakit tersebut ditemukan di tiga kelurahan. Yakni 2 kasus Buring, 2 kasus di Kedungkandang, dan 3 kasus di Tanjungrejo.
Oleh karena itu, pelaksanaan ORI melibatkan Puskesmas Kedungkandang yang membawahi Buring dan Kedungkandang, serta Puskesmas Janti yang menaungi Tanjungrejo.
Kendati demikian, ORI tidak hanya menyasar tiga kelurahan. Ada empat kelurahan lain yang disasar seperti Sukun, Bandungrejosari, Kotalama, dan Wonokoyo. "Jika ditotal, ada 32 ribu anak usia 9 bulan sampai 13 tahun yang menjadi sasaran tanpa memandang status imunisasi sebelumnya," jelas dokter Husnul.
Dalam pelaksanaannya, pihak puskesmas dibantu Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Husnul berharap pelaksanaan ORI bisa mendongkrak capaian imunisasi minimal 95 persen. "Karena capaian imunisasi di wilayah kerja 2 puskesmas itu masih kurang," tambah pejabat eselon II B Pemkot Malang itu.
Terpisah, Kepala Puskesmas Janting Endang Listyowati mengatakan, di tempatnya ada 3 kasus campak, yakni di Tanjungrejo. "Mereka belum imunisasi dan baru saja pulang dari luar kota yang merupakan daerah endemis campak," sebut dia.
Alhasil, ketiga anak di sana tertular. Mereka juga harus dirawat di rumah sakit. Untuk mencegah penyebaran, pihaknya melakukan ORI. "Yang disasar di tiga kelurahan itu sebanyak 12.633 anak," sebut Endang.
Agar seluruh anak yang disasar mendapat imunisasi, pihaknya melakukan ORI lewat 61 posyandu. Lalu ada 41 TK dan PAUD serta 30 SD se-derajat. Jika belum memenuhi, pihaknya akan melakukan sweeping pada 7-13 Februari bagi yang tidak bisa hadir. "Kalau yang menolak kami minta bikin surat pernyataan," tegas dia.
Salah satu yang melaksanakan imunisasi adalah SDN Sukun 1. Kepala SDN Sukun 1 Nurul Qomariyah menyampaikan, ada 460 siswa yang mendapat imunisasi. "Tapi tidak semua hadir karena ada yang demam dan sakit. Yang ikut yang badannya sehat saja," ungkapnya.(mel/dan)
Editor : Aditya Novrian