Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

3 Mitos dan Fakta Seputar Imunisasi Anak yang Masih Dipercaya Masyarakat

Aditya Novrian • Jumat, 6 Februari 2026 | 16:00 WIB
IMUNISASI dasar lengkap harus diberikan kepada anak agar memiliki imun tubuh kuat. (Freepik)
IMUNISASI dasar lengkap harus diberikan kepada anak agar memiliki imun tubuh kuat. (Freepik)

RADAR MALANG – Imunisasi adalah salah satu upaya penting untuk mencegah tubuh terserang penyakit. Imunisasi dilakukan dengan menyuntikkan bakteri atau virus yang telah dilemahkan ke dalam tubuh guna merangsang pembentukan antibodi.

Manfaat imunisasi telah dirasakan oleh jutaan orang di seluruh dunia. Meski demikian, masih terdapat sebagian orang tua yang bersikap skeptis terhadap imunisasi. Akibatnya, berbagai mitos seputar imunisasi anak masih menyebar luas dan dipercaya oleh masyarakat.

Dilansir dari UNICEF, berdasarkan data World Health Organization (WHO) pada tahun 2020, masih terdapat sekitar 20 juta anak di seluruh dunia yang belum mendapatkan imunisasi atau menerima imunisasi tidak lengkap. Kondisi ini mengakibatkan banyak anak terserang penyakit, mengalami kelumpuhan, bahkan meninggal duiaa. Padahal hal tersebut seharusnya dapat dicegah melalui imunisasi.

Maka dari itu, diperlukan upaya berkelanjutan untuk mengedukasi masyarakat terkait mitos dan fakta yang masih beredar, di antaranya sebagai berikut:

  1. Imunisasi Menyebabkan Penyakit

Sebagian masyarakat beranggapan bahwa imunisasi  dapat menyebabkan penyakit. Padahal, setelah imunisasi memang dapat muncul efek samping yang dikenal sebagai Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). KIPI menjadi tanda bahwa sistem imun tubuh sedang bereaksi terhadap vaksin yang diberikan.

Beberapa gejala KIPI yang umum terjadi antara lain demam, bengkak di area suntikan, sakit kepala, mual muntah, serta munculnya ruam atau gatal pada kulit. Kondisi ini tergolong normal dan biasanya akan membaik dengan sendirinya dalam waktu 3-4 hari.

  1. Imunisasi Hanya Perlu Dilakukan Sekali

Masih ada yang beranggapan bahwa imunisasi cukup diberikan satu kali. Faktanya, Kementerian Kesehatan RI telah menetapkan program imunisasi wajib yang diberikan sejak bayi berusia 0-2 tahun.

Pemberian imunisasi secara lengkap dan bertahap bertujuan untuk membentuk kekebalan tubuh yang optimal sejak dini. Bayi dan anak-anak merupakan kelompok usia yang rentan terhadap penyakit, sehingga imunisasi lengkap sangat penting untuk melindungi mereka dari berbagai infeksi berbahaya.

  1. Anak Sehat Tidak Perlu Imunisasi

Kondisi tubuh anak yang terlihat sehat dari luar tidak menjamin sistem kekebalan tubuhnya kuat. Virus dan bakteri dapat menyerang kapan saja dan di mana saja. Oleh karena itu, imunisasi tetap diperlukan untuk memastikan tubuh anak memiliki perlindungan yang optimal terhadap berbagai penyakit.

Pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan. Bagi orang tua, menjaga kesehatan anak merupakan prioritas utama. Pemberian imunisasi lengkap sejak dini menjadi investasi penting bagi masa depan anak agar dapat tumbuh dan berkembang secara sehat.

 

Penulis: Intan Nurlita Dewi

Editor : Aditya Novrian
#Imunisasi #Imunisasi Anak #mitos #fakta