RADAR MALANG – Kekurangan sel darah merah atau anemia menjadi masalah kesehatan yang banyak dialami remaja, terutama perempuan. Kondisi ini kerap terjadi karena remaja perempuan mengalami menstruasi setiap bulannya yang dapat menyebabkan berkurangnya kadar zat besi dalam tubuh.
Anemia bisanya ditandai dengan gejala, seperti tubuh lemas, mudah pusing, sulit berkonsentrasi, hingga pingsan. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, termasuk kegiatan belajar di sekolah.
Anemia dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti kekurangan zat besi, vitamin B12, asam folat, penyakit infeksi, faktor bawaan, maupun perdarahan. Padahal, sel darah merah memiliki peran penting dalam tubuh, yakni mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh jaringan tubuh.
Selain itu, sel darah merah juga berperan penting dalam pembuangan karbon dioksida dari sel-sel tubuh di paru-paru. Maka dari itu, ketika tubuh kekurangan sel darah merah penyebaran oksigen ke tubuh tidak akan optimal sehingga tubuh mudah lelah.
Dilansir dari Kementerian Kesehatan RI, 1 dari 5 anak remaja di Indonesia mengalami anemia. Jika dibiarkan hingga dewasa dan memasuki masa ibu hamil, anemia dapat menyebabkan gangguan pada pertumbuhan dan perkembangan pada janin.
Sebagai upaya pencegahan, pemerintah menjalankan Program Tablet Tambah Darah (TTD) untuk para remaja perempuan umur 12-18 tahun dan juga ibu hamil. Program yang telah dimulai sejak 2012 ini bertujuan untuk meningkatkan kadar zat besi dalam tubuh sekaligus menekan risiko stunting.
Tablet tambah darah adalah suplemen gizi yang mengandung 60 mg besi elemental dan 400 mcg asam folat. Konsumsi rutin tablet tambah darah sesuai anjuran dapat membantu mencegah dan mengatasi anemia sejak dini.
Agar penyerapannya lebih optimal, konsumsi tablet tambah darah sebaiknya juga dibarengi dengan makanan bergizi seimbang, terutama sumber vitamin C, seperti buah-buahan serta protein hewani, seperti daging, ikan atau unggas.
Dengan mengonsumsi rutin tablet tambah darah dan menerapkan pola makan sehat, anemia pada remaja dapat dicegah sejak dini dan kesehatan tubuh akan tetap terjaga hingga dewasa.
Penulis: Intan Nurlita Dewi
Editor : Aditya Novrian