RADAR MALANG – Ramadan merupakan bulan suci yang sangat dinantikan oleh umat Islam. Saat berpuasa, seseorang menahan makan dan minum selama kurang lebih 12 jam setiap hari.
Namun, sebagian orang yang memiliki gangguan pencernaan kerap merasa ragu untuk berpuasa. Mereka khawatir asam lambung akan naik jika tidak makan tepat waktu.
Padahal, puasa dalam waktu tertentu justru dapat membantu mengatasi gangguan sistem pencernaan yang belum kunjung membaik dengan pengobatan, selama dijalankan sesuai anjuran media. Berpuasa diketahui memiliki sejumlah manfaat bagi kesehatan lambung, di antaranya:
- Menurunkan Risiko Kenaikan Asam Lambung
Peningkatan kadar asam lambung dapat menyebabkan iritasi hingga luka pada dinding organ pencernaan. Saat berpuasa, aktivitas lambung berkurang sehingga produksi asam lambung lebih terkendali. Kondisi ini membantu menurunkan risiko iritasi dan luka pada dinding lambung.
- Mengurangi Gerakan pada Lambung
Saat berpuasa, tidak ada asupan makanan dan minuman yang masuk selama beberapa jam. Hal ini membuat pergerakan lambung dan usus berkurang. Dengan berkurangnya aktivitas tersebut, risiko gesekan pada dinding saluran cerna juga menurun sehingga organ pencernaan memiliki kesempatan untuk beristirahat dan memulihkan diri.
Baca Juga: Tak Sekadar Berat Badan, Obesitas Jadi Pintu Masuk Penyakit Serius
- Meredan Stres
Stres menjadi salah satu pemicu naiknya asam lambung, bahkan dapat memperburuk kondisi GERD. Saat berpuasa, tubuh dan pikiran cenderung lebih tenang karena pola aktivitas yang lebih teratur. Fokus beralih pada pengendalian diri, sehingga tingkat stress dapat berkurang dan risiko kenaikan asam lambung ikut menurun.
Selama berpuasa, tubuh tetap bekerja dengan memanfaatkan cadangan energi yang tersimpan, seperti lemak dan glikogen. Dengan deminikan, selain bernilai ibadah, puasa juga dapat memberikan manfaat kesehatan bagi lambung apabila dilakukan dengan bijak dan sesuai kondisi tubuh.
Penulis: Intan Nurlita Dewi
Editor : Aditya Novrian