RADAR MALANG – Setelah beraktivitas seharian, tubuh membutuhkan waktu untuk beristirahat. Tidur yang berkualitas menjadi cara utama bagi tubuh untuk memulihkan energi serta menjaga keseimbangan fungsi fisik dan mental.
Kurang tidur dapat berdampak pada kesehatan tubuh secara menyeluruh. Saat tidur, tubuh dapat meningkatkan sistem imun dan memulihkan fungsi-fungsi otot. Selain itu, tidur juga dapat membantu menstabilkan emosi dan suasana hati.
Kebutuhan tidur setiap orang berbeda-beda. Orang dewasa membutuhkan tidur 7-9 jam per malam, remaja 8-10, dan anak-anak 9-12 jam. Jika kebiasaan begadang terus dilakukan, dampaknya tidak hanya dirasakan secara fisik, tetapi juga mental.
Berikut beberapa risiko kesehatan mentak yang perlu diwapadai:
- Gejala Mirip ADHD
Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) adalah gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas yang dapat dialami anak-anak maupun orang dewasa. Kurang tidur kronis akibat begadang dapat memunculkan gejala yang mirip dengan ADHD, sepeti sulit berkonsentrasi, gelisah, implusif, dan emosi tidak stabil. Meskipun tidak secara langsung menyebabkan ADHD, kurang tidur dapat memperparah gejala yang serupa.
- Emosi Sulit Terkendali
Saat seseorang kurang tidur, bagian otak Bernama amigdala menjadi lebih aktif. Peningkatan aktivitas ini membuat kemampuan otak dalam mengendalikan emosi menurun. Akibatnya, seseorang lebiih mudah marah, senditif, atau bereaksi berlebihan terhadap situasi tertentu.
- Gangguan Kecemasan
Kurang tidur dalam jangka waktu yang kama dapat meningkatkan kadar hormon stress (kortisol) dan membuat otak lebih rentan terhadap pikiran negative. Apda penderita gangguan kecemasan, kondisi ini dapat memperburuk gejala karena kemampuan mengendalikan emosi semakin melemah. Jika berlangsung lama gangguan ini tidak ada habisnya karena kecemasan sering kali disebabkan oleh insomnia, begitu juga sebaliknya.
Oleh karena itu, menjaga pola tidur yang bekualitas sangat penting bukan hanya untuk kesehatan fisik tetapi untuk kesehatan mental juga. Mengurangi kebiasaan begadang dan tidur yang cukup dapat membantu menjaga kesehatan mental dalam jangka panjang.
Penulis: Intan Nurlita Dewi
Editor : Aditya Novrian