RADAR MALANG - Tren hidup sehat kini semakin mengakar di kalangan Gen Z, dan kali ini jajanan yang biasa saja namun menyehatkan terangkat kembali di dalam tren ini.
Jajanan tradisional kukusan kini menjadi primadona baru yang viral di Tiktok ataupun Instagram. Makanan berbasis ubi, jagung, dan pisang rebus ini menjadi simbol gerakan back to basic dengan sentuhan estetika anak muda.
Fenomena ini bukan sekadar ikut-ikutan, tetapi didorong kesadaran akan pola makan yang lebih baik. Perlu diakui generasi sekarang semakin sadar akan kepedulian diri atau biasa disebut Health Conscious.
Selain soal kesehatan jajanan kukusan juga menawarkan nilai nostalgia dengan tampilan warna-warni dan bungkus daun pisangnya yang estetik, ditambah lagi harganya terjangkau dan tidak eksklusif.
Jika kita lihat dari sisi kesehatan, mengukus merupakan metode memasak yang lebih unggul karena dapat mempertahankan lebih banyak vitamin dan miineral dibanding menggoreng atau merebus. Serta dengan mengukus tidak memerlukan tambahan minyak sehingga lebih aman untuk pencernaan dan rendah risiko kolesterol.
Ada pula beberapa manfaat dari makan-makanan kukusan ini yaitu teksturnya cenderung lembut itu mudah dicerna oleh lambung, sehingga bagi kalian penderita gangguan pencernaan seperti lambung yang sensitif makanan kukusan menjadi pilihan tepat untuk dimakan.
Makanan kukusan juga cocok sekali sebagai makanan utama bagi kalian yang memiliki program diet, karena makanan kukusan memiliki kandungan minim lemak dan kalori. Selain itu makanan berserat ini juga memiliki peran penting dalam melancarkan BAB, mengontrol darah, serta membuat kenyang lebih lama.
Kami kutip dari Tzu Chi Hospital, tidak semua jajanan kukusan itu sehat tergantung pada bahan dasarnya apa. Karena kandungan gizi tiap-tiap bahan itu berbeda.
Namun, tren ini dapat menjadi sinyal positif perubahan pola makan Gen Z yang memadukan gaya hidup sehat dengan kekayaan budaya lokal. Fenomena ini membuka peluang besar bagi jajanan tradisional untuk terus bersinar di era modern.
Penulis: Satya Eka Pangestu
Editor : Aditya Novrian