RADAR MALANG – Kesemutan merupakan sensasi yang hampir pernah dialami oleh setiap orang. Kondisi ini sering muncul saat berolahraga atau setelah duduk terlalu lama hingga kaki terasa kebas, seperti tertusuk-tusuk atau mati rasa.
Meski umumnya tidak berbahaya, kesemutan yang terjadi berulang kali perlu diwaspadai karena bisa menjadi tanda adanya gangguan saraf.
Dalam dunia medis, kesemutan dikenal dengan istilah parestesia, yaitu sensasi abnormal pada kulit, seperti mati rasa, terbakar, atau tertusuk tanpa rangsangan yang jelas. Kondisi ini biasanya terjadi akibat adanya tekanan pada pembuluh darah atau saraf sehingga aliran darah menjadi tidak lancar.
Kesemutan termasuk kondisi yang umum dirasakan dan biasanya akan hilang dengan sendirinya setelah beberapa waktu. Namun, jika sensasi kesemutan muncul terus-menerus atau terjadi tanpa pemicu yang jelas, kondisi tersebut perlu mendapat penanganan lebih lanjut.
Kesemutan paling sering dirasakan pada jari-jari tangan dan kaki. Penyebab kesemutan bisa beragam. Pada tangan dan kaki, kesemutan sering dikaitkan dengan neuropati diabetik, yaitu kerusakan saraf akibat diabetes. Selain itu, kesemutan juga dapat dipicu oleh kehamilan, gagal ginjal, kejang, saraf terjepit, hingga paparan zat kimia tertentu.
Sementara itu, kesemutan yang terjadi di area kepala tidak selalu disebabkan oleh kondisi serius. Namun, gejala ini juga dapat berkaitan dengan sinusitis, stres, gangguan kecemasan, migrain, hingga hipertensi.
Pada umumnya, kesemutan tidak menimbulkan penyakit serius dan dapat sembuh dengan sendirinya. Meski begitu, jika kesemutan terjadi terus-menerus, berlangsung lama, disertai nyeri hebat, atau frekuensinya semakin sering, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.
Dengan mengenali penyebab dan gejalanya sejak dini, kesemutan dapat ditangani dengan tepat sehingga tidak menimbulkan masalah kesehatan yang lebih serius.
Penulis: Intan Nurlita Dewi
Editor : Aditya Novrian