RADAR MALANG – Sayur dan buah merupakan salah satu komponen penting dalam menu gizi seimbang. Keduanya mengandung berbagai zat gizi yang dibutuhkan tubuh. Jika asupannya tidak terpenuhi, hal tersebut dapat berdampak buruk bagi kesehatan.
Dilansir dari Kementerian Kesehatan RI dan World Health Organization (WHO), kekurangan konsumsi sayur dan buah berkontribusi terhadap meningkatnya risiko penyakit tidak menular. WHO melaporkan bahwa terdapat sebanyak 31% kasus penyakit jantung dan 11% kasus penyakit stroke di dunia berkaitan dengan rendahnya asupan sayur dan buah.
Konsumsi sayur dan buah sangat penting karena keduanya merupakan sumber vitamin, serat, mineral, serta antioksidan yang berperan dalam menjaga fungsi tubuh. Mengonsumsi buah dan sayur secara rutin akan memberikan manfaat jangka panjang, antara lain:
- Antikanker
Kandungan kalium dan rendahnya natrium dalam buah dan sayur membantu menjaga keseimbangan sel tubuh. Selain itu, karotenoid dan antioksidan berperan dalam melawan radikal bebas dengan mengaktifkan enzim detoksifikasi, sehingga membantu menurunkan risiko kanker.
- Antidiabetes
Buah dan sayur mengandung serat, pektin, kalium, serta berbagai senyawa bioaktif yang membantu mengontrol kadar gula darah, serta memperlambat penyerapan glukosa sehingga kadar gula darah lebih stabil dan risiko diabetes dapat ditekan.
- Antisenbelit
Kandungan serat dalam buah dan sayur dapat membantu menjaga keseimbangan bakteri baik dalam usus sehingga proses pencernaan dapat berjalan lebih lancar. Hal ini dapat meningkatkan frekuensi buang air besar dan mencegah sembelit.
- Antiobesitas
Buah dan sayur umumnya tinggi serat dan air, tetapi rendah kalori. Konsumsi keduanya dapat memberikan rasa kenyang lebih lama sehingga membantu mengontrol nafsu makan dan menjaga berat badan tetap ideal.
Kurangnya konsumsi keduanya dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan. Oleh karena itu, penting untuk membiasakan pola makan sehat dengan memperbanyak konsumsi buah dan sayuran secara seimbang.
Penulis: Intan Nurlita Dewi
Editor : Aditya Novrian