RADAR MALANG – Olahraga saat bulan puasa tetap penting untuk menjaga kebugaran dan daya tahan tubuh. Meskipun tanpa berolahraga tubuh masih mampu menjalani puasa, kondisi fisik biasanya terasa kurang bertenaga.
Saat berpuasa, pembakaran kalori cenderung meningkat karena kadar gula darah berada pada titik rendah. Energi untuk berolahraga akan diambil dari cadangan glikogen di hati serta dari proses pemecahan lemak.
Inilah sebabnya olahraga ringan saat puasa juga dapat membantu pembakaran lemak sekaligus menjaga berat badan tetap stabil. Namun, pemilihan waktu yang tepat menjadi kunci agar olahraga tetap aman dan tidak menyebabkan dehidrasi.
Salah satu waktu yang dianjurkan adalah 30 menit hingga 1 jam sebelum berbuka puasa. Pada waktu ini, cadangan energi dan cairan dalam tubuh memang sudah berkurang. Meski begitu, energi yang terpakai saat berolahraga dapat segera digantikan ketika berbuka, sehingga risiko lemas berlebihan dapat diminimalkan.
Selain sebelum berbuka, olahraga juga bisa dilakukan 2-3 jam setelah berbuka atau setelah salat tarawih. Pada waktu tersebut, tubuh sudah mendapatkan asupan cairan dan nutrisi sehingga memiliki energi yang cukup untuk bergerak. Alternatif lainnya adalah antara waktu berbuka dan tarawih, misalnya dengan melakukan pemanasan atau latihan beban ringan.
Bagi yang sudah terbiasa olahraga, aktivitas fisik juga bisa dilakukan sebelum sahur atau sekitar satu jam setelah sahur. Pada waktu itu, tubuh masih memiliki cadangan energi dari makanan dan suhu udara biasanya lebih sejuk sehingga risiko dehidrasi lebih kecil.
Meski demikian, waktu olahraga tetap perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing. Pilih olahraga dengan intensitas ringan hingga sedang dan durasi sekitar 10-30 menit agar tubuh tetap sehat dan bugar selama menjalani puasa.
Penulis: Intan Nurlita Dewi
Editor : Aditya Novrian