Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Tak Hanya Fisik, Puasa Juga Baik untuk Kesehatan Mental

Aditya Novrian • Jumat, 27 Februari 2026 | 15:30 WIB

 

Puasa dapat membantu menjaga kesehatan mental. (Freepik)
Puasa dapat membantu menjaga kesehatan mental. (Freepik)

RADAR MALANG – Puasa tidak hanya memberikan manfaat bagi kesehatan fisik, tetapi juga berdampak positif terhadap kesehatan mental. Bulan Ramadan tak hanya menjadi ajang menahan lapar dan dahaga, melainkan juga menjadi momen untuk melatih disiplin dalam perilaku, perasaan, dan pikiran.

Perubahan pola hidup selama bulan puasa membuat aktivitas sehari-hari menjadi lebih teratur. Umat Islam terbiasa bangun lebih awal untuk sahur, memiliki jam makan yang pasti, menjaga konsistensi ibadah, serta mengatur pola tidur.

Keteraturan ini secara tidak langsung membentuk pola hidup yang lebih disiplin. Pola hidup yang teratur dapat memengaruhi cara berpikir menjadi lebih positif dan terarah.

Puasa juga bermanfaat dalam mengurangi tingkat stres, meningkatkan pengendalian diri, serta memperkuat kesehatan psikologis individu. Saat berpuasa, tubuh akan belajar mengendalikan hawa nafsu dengan mengelola emosi dan meningkatkan empati terhadap sesama.  

Latihan pengendalian diri ini membantu seseorang menjadi lebih sabar dan tidak mudah terpancing emosi, bahkan setelah bulan Ramadan berakhir.

Selama kurang lebih 14 jam, umat Islam menahan diri dari makan dan minum. Pembatasan ini melatih kesabaran dan kontrol diri yang berdampak positif pada kesehatan mental. Ketika kemampuan mengendalikan diri meningkat, emosi menjadi lebih stabil sehingga risiko stres dapat berkurang.

Secara medis, puasa juga memengaruhi hormon-hormon dalam tubuh. Puasa membantu menstabilkan hormon kortisol yang berperan dalam respons tubuh terhadap stres. sehingga suasana hati menjadi lebih tenang dan terkendali.

Selain itu, puasa dapat meningkatkan produksi hormon neurotropik yang berperan dalam menjaga kesehatan sel-sel saraf. Peningkatan hormon ini berpotensi menurunkan risiko penyakit neurodegeneratif, seperti Alzheimer dan Parkinson.

Dengan demikian, puasa bukan hanya ibadah yang berfokus pada spiritual, tetapi juga memiliki manfaat besar bagi kesehatan mental dan keseimbangan mental seseorang.

 

Penulis: Intan Nurlita Dewi

Editor : Aditya Novrian
#mental health #kesehatan mental #bulan Ramadan #Puasa