Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Bayi Usia 0-6 Bulan Diberi Sufor? Begini Risikonya Menurut Kemenkes

Aditya Novrian • Selasa, 3 Maret 2026 | 14:45 WIB

Menurut Kemenkes pemberian susu formula pada bayi memiliki risiko tersendiri. (Freepik).
Menurut Kemenkes pemberian susu formula pada bayi memiliki risiko tersendiri. (Freepik).

RADAR MALANG – Setelah anak lahir, Air Susu Ibu (ASI) harus segera diberikan pada bayi selama minimal 1 jam. Menurut Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pemberian ASI eksklusif sampai bayi berusia 6 bulan dan tetap dilanjutkan hingga bayi berusia 24 bulan.

Hal ini sebagai upaya agar pertumbuhan dan perkembangan anak berjalan dengan baik. Namun, jika pemberian ASI pada bayi tidak optimal, penggunan susu formula cenderung meningkat.

Susu formula merupakan susu yang dibuat dengan meniru komposisi ASI, tetapi tidak akan pernah menyamai keistimewaan ASI.

Pemberian sufor pada bayi, memiliki risiko tersendiri. Berikut ulasannya dari Kemenkes.

  1. Bayi berisiko mengalami kekurangan gizi, apabila sufor yang diberikan terlalu encer. Sebaliknya, sufor yang terlalu kental dan sering diberikan pada bayi, dapat meningkatkan risiko kegemukan.
  2. Pemberian sufor dapat memengaruhi proses bonding atau ikatan emosional antara ibu dan anak. Hal ini karena tidak ada interaksi menyusui yang dapat memperkuat kedekatan.
  3. Berbeda dengan ASI, susu formula tidak mengandung zat anti infeksi. Apabila alat minum dan air untuk mengencerkan sufor tidak higienis, bayi berisiko mengalami penyakit infeksi, seperti diare, infeksi telinga, hingga risiko kematian.
  4. Risiko ini tidak hanya terjadi pada bayi. Seorang ibu yang tidak menyusui memiliki kemungkinan mengalami anemia setelah melahirkan. Selain itu, mereka juga berisiko terkena kanker rahim dan payudara serta diabetes tipe 2.

Selain itu, menurut Kemenkes pemberian sufor pada bayi usia 0-6 bulan dapat meningkatkan risiko asma, alergi, menurunkan perkembangan kecerdasan, meningkatkan risiko gangguan pernafasan akut, infeksi, obesitas, kencing manis, serta kekurangan gizi dengan gangguan pertumbuhan.

Meski demikian, terdapat beberapa kondisi medis yang mengharuskan bayi diberikan sufor, seperti gangguan kesehatan tertentu (ankogenital, hipoglikemi, dehidrasi, dan lain-lain).

Sementara itu, pemberian sufor dapat menjadi pilihan apabila ibu sedang mengonsumsi obat-obatan yang berpotensi memengaruhi kesehatan bayi maupun ibu. Oleh karena itu, penggunaan susu formula membutuhkan saran khusus dan pengawasan dokter.

 Baca Juga: Kabar Duka Nusantara, Try Soetrisno Mantan Presiden ke-6 RI Tutup Usia di Umur 90 Tahun

Penulis: Marsha Nathaniela

 

 

Editor : Aditya Novrian
#Bayi #sufor #ASI