RADAR MALANG – Tanpa kita sadari, kandungan probiotik sebenarnya sering dijumpai pada makanan di sekitar kita. Beberapa di antaranya adalah tempe, yoghurt dan tape yang dihasilkan melalui proses fermentasi.
Mengutip dari Hello Sehat, probiotik merupakan mikroorganisme atau sekumpulan bakteri hidup yang dapat ditemukan dalam makanan fermentasi dan suplemen.
Berikut berbagai manfaat probiotik bagi kesehatan tubuh.
- Menjaga Kesehatan Pencernaan
Keseimbangan bakteri usus dapat terganggu akibat kebiasaan makan yang salah, penyakit, konsumsi antibiotik, dan berbagai faktor lainnya.
Probiotik berperan untuk menambah jumlah bakteri baik dalam tubuh agar mampu menyeimbangkan bakteri jahat. Dengan kondisi tersebut, sistem pencernaan tidak terganggu akibat populasi bakteri jahat yang dominan.
- Mencegah dan Mengatasi Diare akibat Antibiotik
Konsumsi antibiotik dapat menimbulkan efek samping berupa diare. Hal ini karena antibiotik bisa membunuh bakteri baik dan mengganggu keseimbangan bakteri dalam usus.
Berdasarkan penelitian dalam jurnal Antibiotics pada 2017, beberapa spesies probiotik dapat mengurangi risiko diare sebesar 51%. Penelitian ini melakukan uji coba pada peserta yang mengonsumsi probiotik dua hari sebelum mengonsumsi antibiotik.
- Meredakan Gejala Sindrom Iritasi Usus
Irritable Bowel Syndrome (IBS) merupakan sindrom yang ditandai dengan gejala gangguan pencernaan, seperti nyeri perut, kembung, diare, dan sembelit. Menurut penelitian dalam World Journal of Gastroenterology, gejala umum IBS dapat berkurang dengan mengonsumsi probiotik.
Hal ini karena probiotik bekerja dengan meningkatkan jumlah bakteri baik dalam usus sehingga dapat membantu menyeimbangkan dominasi bakteri jahat saat mengalami IBS.
- Menurunkan Kolestrol
Tidak hanya pada sistem pencernaan, probiotik juga berguna untuk kardiovaskular. Hal ini karena probiotik mampu menurunkan kolestrol jahat dan meningkatkan kolestrol baik dalam tubuh.
Probiotik bekerja dengan cara menguraikan empedu, yakni cairan dari hati yang terbuat dari kolestrol. Cara ini dapat mencegah empedu tidak terserap oleh usus dan berubah menjadi kolestrol dalam aliran darah.
- Menurunkan Berat Badan
Probiotik juga dapat membantu mencegah penyerapan lemak dari makanan. Alih-alih diserap oleh tubuh, lemak dapat dibuang melalui feses.
Dalam sebuah penelitian, seseorang yang menjalani diet dengan mengonsumsi probiotik lactobacillus rhamnosus selama tiga bulan mengalami penurunan berat badan 50% lebih banyak dari yang tidak mengonsumsinya.
Dengan mengonsumsi makanan fermentasi, masalah pencernaan seperti sembelit dapat diatasi. Namun, pastikan porsi makannya sesuai kebutuhan dan tidak berlebihan.
Penulis: Marsha Nathaniela
Editor : Aditya Novrian