RADAR MALANG – Makanan ultra proses kerap menjadi pilihan karena praktis dan mudah didapat. Namun, di balik rasa yang lezat dan mengunggah selera, konsumsi yang berlebihan dapat menimbukan berbagai macam penyakit.
Ultra-processed food (UPF) merupakan makanan yang dibuat melalui tahapan proses industri dengan menggunakan bahan tambahan, seperti pengawet, pewarna, dan perasa. Dari rangkaian pengolahan tersebut, sebagian besar kualitas alami dari bahan pangan dapat berkurang, bahkan hilang.
Adapun contoh makanan ultra proses, yaitu makanan dan minuman kemasan, makanan beku siap saji, sereal, produk olahan daging (sosis), serta makanan instan.
Berikut dampak konsumsi UPF menurut Hello Sehat.
- Meningkatkan Risiko Obesitas
Terlalu banyak mengonsumsi makanan UPF dapat membuat seseorang mengalami kenaikan berat badan. Terdapat sebuah penelitian dalam jurnal Cell Metabolism tentang UPF. Mereka menguji coba sebanyak 20 orang melakukan diet UPF dan diet makanan tanpa olahan selama 14 hari.
Hasilnya, individu yang melakukan diet UPF mengalami kenaikan berat badan. Sebaliknya, penurunan berat badan dialami oleh orang yang tidak makan makanan olahan.
- Muncul Penyakit Jantung
Konsumsi makanan ultra proses yang berlebih dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Hal ini karena makanan tersebut mengandung sejumlah komponen yang berbahaya bagi kesehatan jantung, seperti lemak jenuh, lemak trans, gula tambahan, dan natrium yang tinggi.
Berbagai kandungan tersebut meningkatkan kolestrol jahat sehingga dapat mempercepat pembentukan plak di arteri, penyumbatan aliran darah, dan peningkatan risiko aterosklerosis, serangan jantung, serta strok.
- Diabetes Tipe 2
Karbohidrat olahan banyak ditemukan dalam makanan ultra proses yang dapat meningkatkan gula darah. Konsumsi secara terus-menerus dapat menyebabkan lonjakan insulin, meningkatkan beban pada pankreas, serta mempercepat resistensi insulin.
Selain itu, kombinasi dari gula tambahan yang tinggi, karbohidrat olahan, serta serat yang rendah dapat memicu resistensi insulin, obesitas, hingga diabetes tipe 2.
- Kanker
Dalam penelitian yang dipublikasikan Clinical Nutrition, apabila konsumsi makanan ultra proses mengalami kenaikan 10%, risiko kanker dapat meningkat sebesar 13%. Adapun risiko kanker yang dapat muncul, yakni risiko kanker payudara sebesar 11%, risiko kanker usus besar 30%, dan risiko kanker pankreas 49%.
Artinya, semakin banyak mengonsumsi makanan ultra proses, semakin besar risiko seseorang terkena berbagai jenis kanker.
Berbagai macam penyakit dapat mengintai individu apabila tidak memperhatikan jenis makanan yang dikonsumsi. Oleh karena itu, perlu kesadaran untuk lebih selektif dalam memilih asupan sehari-hari. Jika ingin mengonsumsi makanan ultra proses, sebaiknya tidak dilakukan setiap hari dan tetap imbangi dengan makanan sehat dengan gizi seimbang.
Penulis: Marsha Nathaniela
Editor : Aditya Novrian